Berita

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di acara Meet the Press yang tayang Minggu, 27 September 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube NBC News)

Dunia

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 08:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran siap menghadapi perang besar dengan Amerika Serikat (AS) meskipun masih membuka peluang diplomasi untuk mencegah konflik semakin meluas.

“Jika Anda bertanya kepada kami, tidak ada alasan mengapa kami harus kembali ke diplomasi, tetapi saya masih mencoba diplomasi karena saya pikir kita tidak boleh melewatkan kesempatan apa pun untuk perdamaian,” kata Araghchi dalam wawancara dengan NBC News, dikutip Senin, 28 September 2026.

Araghchi menegaskan Iran siap berunding dengan AS, tetapi pada saat yang sama tidak akan mundur jika menghadapi serangan. 


“Kami siap bernegosiasi sama seperti kami siap menghadapi tantangan apa pun. Kami teguh dalam menghadapi agresi apa pun terhadap kami, bahkan jika itu berujung pada perang kiamat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran mengajukan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz dan melanjutkan perundingan nuklir dengan AS dalam waktu tujuh hari, dengan sejumlah syarat. Namun, Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah menolak proposal tersebut. Wall Street Journal juga melaporkan Trump mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan serangan bom terhadap Teheran setelah pemilihan paruh waktu AS pada November.

Duta Besar AS untuk PBB Michael Waltz menyebut tawaran terbaru Iran sebagai “upaya sinis untuk mengajukan sesuatu yang mereka tahu tidak dapat diterima.” Menurutnya, Trump akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk menghadapi persoalan program nuklir Iran.

Di sisi lain, Teheran menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz tetap bergantung pada terpenuhinya persyaratan yang diajukan Iran. Araghchi mengatakan syarat tersebut telah disampaikan melalui para mediator kepada pihak AS.

Syarat Iran mencakup penghentian apa yang disebut Teheran sebagai agresi AS, berakhirnya blokade angkatan laut dan perang ekonomi, serta pembebasan aset-aset Iran. Araghchi mengatakan hingga kini mediator belum menyampaikan tanggapan resmi Trump kepada pemerintah Iran. “Hanya solusi melalui negosiasi yang dapat memecahkan kebuntuan ini,” katanya.

Ketegangan juga meningkat di sisi militer. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu mengklaim telah menangkap kendaraan bawah air tanpa awak Remus 600 milik AS di Selat Hormuz. IRGC mengatakan kendaraan tersebut telah diserahkan kepada spesialis untuk pemulihan data. Komando Pusat AS belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.

Panglima Angkatan Darat Iran Amir Hatami juga menegaskan bahwa konflik belum berakhir. “Perang belum berakhir,” kata Hatami. Ia menyebut Iran telah menang, tetapi masih harus mempertahankan hasil tersebut dan bersiap menghadapi serangan lanjutan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya