Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

BEI Suspensi Saham WIKA Imbas Penundaan Pembayaran Sukuk

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menjatuhkan sanksi penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) di seluruh pasar. 

Langkah tegas ini tertuang dalam Pengumuman Bursa No. Peng-SPT-00019/BEI.PP2/09-2026 yang dirilis pada 18 September 2026.

Keputusan gembok saham emiten pelat merah ini diambil setelah pihak bursa menerima surat dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 17 September 2026. WIKA secara resmi mengonfirmasi penundaan pembayaran pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah yang dijadwalkan jatuh tempo pada 18 September 2026.


Adapun kewajiban yang tertunda meliputi; pendapatan bagi hasil ke-22 untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 Seri B (SMWIKA01BCN1), dan pendapatan bagi hasil ke-23 untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 Seri C (SMWIKA01CCN1).

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip redaksi di Jakarta, Senin 21 September 2026, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Adi Pratomo Aryanto dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari menjelaskan bahwa penundaan pembayaran kewajiban finansial tersebut mengindikasikan adanya permasalahan serius pada kelangsungan usaha perseroan (going concern).

Dengan pertimbangan tersebut, saham WIKA yang tercatat di Papan Pemantauan Khusus ini akan terus disuspensi hingga pengumuman lebih lanjut dari bursa. BEI mengimbau kepada para investor dan pihak terkait untuk senantiasa mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya