Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun, Brent Bertahan di Atas 103 Dolar AS

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 08:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasokan minyak Arab Saudi mulai kembali pulih setelah sebelumnya terganggu serangan terhadap jalur pipa dan fasilitas energi negara tersebut. 

Perkembangan ini menjadi perhatian pasar karena terjadi ketika ketegangan di Timur Tengah masih tinggi dan serangan Houthi Yaman terus berlanjut.

Pada perdagangan awal Senin, 21 September 2026, harga minyak mentah Brent berjangka turun 81 sen atau 0,78 persen menjadi 103,06 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 89 sen atau 0,89 persen menjadi 99,41 Dolar AS per barel.


Penurunan tersebut melanjutkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Harga Brent turun 0,91 persen pada Jumat, sedangkan WTI merosot 1,58 persen.

Investor kini mencermati seberapa cepat ekspor minyak Arab Saudi dapat kembali normal. Data sementara perusahaan analitik Kpler menunjukkan ekspor Saudi telah meningkat menjadi sedikit di atas 4 juta barel per hari (bpd) sepanjang September, dari hanya 2,4 juta bpd pada Agustus.

Angka ekspor pada Agustus merupakan yang terendah setidaknya sejak 2013. Pemulihan tersebut terjadi setelah Saudi Aramco mengalihkan sebagian pengiriman minyak melalui Selat Hormuz karena beberapa pengiriman dari Yanbu dihentikan akibat serangan terhadap jalur pipa Timur-Barat.

Data satelit menunjukkan rata-rata aliran minyak Saudi melalui Selat Hormuz mencapai 2,9 juta bpd dalam enam hari terakhir. Angka itu melonjak dibandingkan hanya sekitar 700.000 bpd pada Agustus.

Meski pasokan Saudi mulai pulih, risiko gangguan minyak masih belum hilang. Kelompok Houthi Yaman mengatakan telah menyerang sejumlah situs yang disebut "sensitif" di Riyadh serta fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, salah satu pusat ekspor minyak utama Arab Saudi.

Di sisi lain, kebuntuan antara AS dan Iran juga masih menjadi perhatian pasar. Presiden AS Donald Trump mengatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang diperkirakan berada di New York pekan ini untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya