Berita

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama dalam konferensi pers, Jumat 23 Mei 2025. (Foto: RMOL)

Politik

Hari Purwanto:

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 | 14:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pergantian kursi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dinilai membawa perubahan konstelasi di internal Kementerian Keuangan, khususnya bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang dipimpin Djaka Budhi Utama.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto menilai, pergantian tersebut dapat menjadi momentum bagi Djaka untuk memperkuat konsolidasi di tubuh Bea Cukai sekaligus mendukung penerimaan negara.

"Sudah menjadi rahasia umum bahwa hubungan Purbaya saat menjadi Menkeu dengan Djaka Budi tidak harmonis," kata Hari kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 20 September 2026.


Menurutnya, masuknya Suahasil sebagai Menkeu membuka energi baru bagi Kemenkeu, termasuk dalam memperkuat kinerja DJBC.

"Tentunya dengan pergantian Purbaya kepada Suahasil menjadi energi baru mendukung kinerja bea cukai di bawah kepemimpinan Djaka Budi saat ini," ujarnya.

Hari bahkan melihat pergantian Purbaya sebagai keuntungan tersendiri bagi Djaka.

"Dengan Purbaya terhengkang dari posisi Kemenkeu menjadi kemenangan tersendiri untuk Djaka Budi," tegasnya.

Ia juga mengklaim pergantian tersebut mendapat respons positif di lingkungan Bea Cukai karena dinilai dapat meredakan persoalan internal yang berpotensi mengganggu konsolidasi penerimaan negara.

"Tentunya dengan digantinya Purbaya dengan Suahasil, langsung direspon positif oleh Bea Cukai," katanya.

Namun, isu keretakan hubungan Purbaya dan Djaka sebelumnya telah dibantah oleh keduanya. Djaka menyebut kabar tersebut tidak benar, sementara Purbaya mengatakan pergantian dirinya merupakan hak prerogatif Presiden.

Di sisi lain, Suahasil setelah dilantik sebagai Menkeu menyatakan akan menjaga kredibilitas fiskal dan disiplin APBN. Pergantian tersebut juga berlangsung di tengah kebutuhan pemerintah menjaga stabilitas kebijakan fiskal dan kepercayaan pasar.

Hari mengingatkan, jika persoalan internal dibiarkan, hal itu berpotensi mengganggu konsolidasi penerimaan negara.

"Karena jika Purbaya masih dipertahankan malah menyimpan 'api dalam sekam' perseteruan yang akan mengganggu konsolidasi penerimaan negara," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya