Berita

Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini, Didik J Rachbini. (Foto: RMOL)

Politik

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 | 08:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Skema penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri perlu dievaluasi total seiring rencana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan biaya pendidikan hingga ke perguruan tinggi negeri (PTN).

Ekonom sekaligus Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini menilai, jalur mandiri selama ini sudah berkembang jadi salah satu sumber pembiayaan PTN. Namun dalam praktiknya, kewenangan yang luas dalam penerimaan mahasiswa ini bisa membuka ruang komersialisasi.

"Jalur mandiri yang dikomersialkan tidak sepatutnya diteruskan lagi," kata Prof Didik dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu, 20 September 2026.


Menurut Didik, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan perilaku individu, melainkan desain kebijakan berupa keleluasaan PTN mengelola penerimaan mahasiswa juga perlu dikaji.

Dalam skema tersebut, PTN memiliki kewenangan dalam menentukan mekanisme seleksi dan pungutan kepada mahasiswa melalui jalur tertentu. Pola ini berpotensi menggeser fungsi PTN dari lembaga pendidikan dan riset menjadi institusi yang didorong mencari pendapatan sendiri.

"PTN mendapat otonomi seluas-luasnya, yang kemudian disalahgunakan sehingga membuka ruang korupsi," ujarnya.

Kasus korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru juga pernah terjadi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2022 mengungkap suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Universitas Lampung yang menjerat rektor dan sejumlah pihak. Dalam perkara ini, KPK menyebut adanya penerimaan uang terkait proses masuk mahasiswa baru.

Munculnya persoalan tersebut menjadi momentum untuk mengubah desain pembiayaan PTN. Apalagi Presiden Prabowo kini telah menyatakan keinginan agar biaya pendidikan negeri, termasuk universitas negeri digratiskan.

Ia mengusulkan penerimaan mahasiswa PTN ditekankan pada prinsip meritokrasi. Mahasiswa dari keluarga kurang mampu perlu mendapat prioritas sepanjang memenuhi standar akademik.

"PTN tidak lagi dibebani tugas komersial mencari anggaran, tetapi menjadi research university, utamanya PTN BH," jelasnya.

Menurut Didik, perubahan tersebut harus dibarengi dengan efisiensi pengelolaan kampus. PTN juga perlu melakukan right sizing agar kapasitas mahasiswa, jumlah tenaga pendidik, infrastruktur dan kebutuhan pembiayaan berada dalam skala yang rasional.

Dengan pola ini, kebutuhan dana operasional PTN utama diperkirakan mencapai Rp500 miliar-Rp1 triliun per tahun. Sementara PTN yang lebih kecil bisa mendapat dukungan Rp200 miliar-Rp500 miliar.

"Sudah saatnya ada PTN daerah yang dibiayai oleh pemerintah daerah," katanya.

Dengan begitu, pemerintah ditempatkan sebagai penanggung utama pembiayaan PTN, bukan mahasiswa melalui pungutan penerimaan mandiri. Tantangannya adalah memastikan perubahan skema tersebut tidak hanya memindahkan sumber pembiayaan, tetapi juga memperbaiki tata kelola dan pengawasan PTN.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya