Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Opini Pakar

Bandit Keuangan Terorganisir

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 | 00:02 WIB

AKHIRNYA, Purbaya Yudhi Sadewa diberhentikan dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Kejadian yang biasa saja sebenarnya. Tidak mengejutkan sama sekali atas pengangkatan dan pemberhentian para pembantu Presiden Republik Indonesia (RI). Dan, Purbaya pun mengakuinya sebagai hak prerogatif Presiden RI. 

Yang tak biasa mungkin banyak pihak menyayangkan caranya melalui telepon dan sedang dalam kegiatan rapat formal. Meskipun, lewat telepon ataupun tatap muka sebagaimana kalimat Dahlan Iskan, SAMA SAJA!

Mengapa bisa tiba-tiba dan mendadak kejadiannya? Apakah ada kekuatan besar di belakang keputusan pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa ini? Kekuatan yang "memaksa" secara tak beretika. Yang hanya bisa dilakukan oleh seorang atau beberapa BANDIT KEUANGAN!? 


Siapakah orang atau mereka yang tak beretika secara Pancasilais dan konstitusi UUD 1945 bisa "memaksa"  apapun dengan kekuatan uang tersebut? Pertanyaan untuk Menteri Keuangan yang baru dilantik pada 14 September 2026, yaitu Suahasil Nazara lebih baik dan bersih dibanding Purbaya Yudhi Sadewa?

Tantangan Resistensi Internal

Tepat satu (1) tahun tujuh (7) hari mengemban amanah Menkeu RI banyak hal kontroversial yang dilakukannya terkait tata kelola keuangan negara. Selain itu, Purbaya memang bukan berasal dari pejabat karir di Kementerian Keuangan. Banyak pembenahan (bersih-bersih) di internal Kemenkeu RI yang akan dan telah dilakukannya. 

Di antaranya, adalah terkait dengan kasus korupsi dan manipulasi di Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) serta Bea dan Cukai. Gebrakan Purbaya ini tentu membuat resistensi dan "gerah" sebagian pejabat dan jajaran internal Kemenkeu.

Sementara, Suahasil Nazara merupakan pejabat karir di lingkungan tersebut. Pasca kegiatan serah terima jabatan dan pelepasan Purbaya, Menkeu Suahasil Nazara begitu antusias disambut oleh jajaran Kemenkeu RI. Sambutan meriah ini bisa ditafsirkan oleh publik sebagai "kemenangan" orang internal (baca: orang dalam). 

Tentu ada pertanyaan yang tersisa dalam pikiran orang awam, apakah ini kemenangan bandit keuangan? Mungkinkah Suahasil Nazara mampu melanjutkan kinerja Purbaya Yudhi Sadewa dalam melakukan pembenahan internal organisasi Kemenkeu RI?

Terlepas dari keahlian Suahasil Nazara di bidang fiskal serta merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan pengalaman birokrasinya. Isu dan permasalahan utama jelas terletak bukan hanya pada kemampuan sektor fiskal negara. Ini hanyalah alat yang tak terlalu signifikan dalam mengelola stabilitas perekonomian, memacu pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasilnya. 

Yang lebih berperan menjadi motor penggerak perekonomian bangsa dan negara adalah sektor riil. Sektor riil inilah yang akan mendukung kapasitas fiskal negara dan harus dijauhkan dari bandit keuangan.

Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi
 

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya