Berita

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya di Hotel Harmony, Jumat 18 September 2026. (Foto: RMOLJabar/Istimewa)

Politik

Diky Candra Digoda Masuk Golkar

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 05:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mendapat ajakan terbuka untuk bergabung dengan Partai Golkar saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya di Hotel Harmony, Jumat 18 September 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien dalam sambutannya. Momen itu bermula ketika Diky Candra turut mengikuti pembacaan Pancabakti Golkar bersama para peserta Musda.

Daniel kemudian menyinggung kemampuan Diky yang dinilai cukup lancar mengikuti pembacaan Pancabakti Golkar.


“Tadi saya dengar sudah fasih Pak Diky ini, jadi boleh untuk bisa bergabung,” ujar Daniel.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam pelaksanaan Musda V Partai Golkar Kota Tasikmalaya.

Menanggapi ajakan tersebut, Diky Candra menjelaskan bahwa dirinya mengikuti pembacaan Pancabakti Golkar karena mengikuti arahan pembawa acara. Ia menegaskan, keikutsertaannya bukan berarti dirinya telah menjadi kader Partai Golkar.

“Disuruh MC mengikuti apa yang dibacakan saja. Jujur ini ya, memang lagi tertarik ingin mempelajari beberapa partai,” ungkap Diky.

Diky mengakui saat ini dirinya memang tengah mempelajari sejumlah partai politik. Namun, ia belum menentukan pilihan maupun menyatakan akan bergabung dengan partai tertentu.

Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah di Kota Tasikmalaya yang menjadi perhatian dan tanggung jawabnya sebagai Wakil Wali Kota.

“Saya akui mempelajari, tapi ya PR-PR di Kota Tasik juga masih banyak. Sampai detik kemarin tuh saya masih merasa belum layak. Mungkin nanti akhirnya aman memilih,” ujarnya.

Dengan demikian, keikutsertaan Diky dalam pembacaan Pancabakti Golkar pada Musda V tersebut belum dapat dimaknai sebagai tanda bahwa dirinya telah bergabung dengan Partai Golkar.

Diky juga menjelaskan alasan kehadirannya dalam Musda V Partai Golkar Kota Tasikmalaya. Ia menyebut kehadirannya merupakan bentuk mandat untuk mewakili Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan yang berhalangan hadir.

Diky mengatakan, pada awalnya dirinya tidak dijadwalkan untuk memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Namun, ia kemudian diminta pembawa acara untuk menyampaikan sambutan.

“Seharusnya yang sambutan pidato itu bukan saya. Karena saya mendapat mandat yang mewakili Wali Kota Tasikmalaya,” tutur dia.

Diky juga menegaskan bahwa sambutan yang disampaikannya bukan dalam kapasitas mewakili Pemerintah Kota Tasikmalaya secara kelembagaan.

“Namun karena diminta pembawa acara harus memberikan sambutan, bukan kapasitas mewakili pemerintah daerah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Diky turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya musyawarah dalam proses pengambilan keputusan.

Dengan gaya khasnya, Diky bahkan menyebut sambutannya lebih menyerupai materi komedi.

“Mungkin stand up comedy saya mah. Seperti bahasa planet di akhir tadi, intinya apa pun masalahnya sebetulnya harus bermusyawarah,” selorohnya.

Menurut Diky, musyawarah penting dilakukan agar setiap persoalan dapat dibahas melalui dialog dan pertimbangan bersama.

“Hari ini banyak orang yang sulit untuk diajak musyawarah sehingga bisa jadi mengambil keputusan pun bisa jadi salah,” ucapnya.

Musda V DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya dihadiri jajaran pengurus dan kader Partai Golkar, baik dari tingkat Jawa Barat maupun Kota Tasikmalaya.
Sejumlah pimpinan partai politik lainnya di Kota Tasikmalaya juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Di tengah agenda konsolidasi partai, kehadiran Diky Candra menjadi perhatian setelah dirinya mendapat ajakan terbuka dari Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Namun hingga Musda V berlangsung, Diky belum menyatakan secara resmi akan bergabung dengan Partai Golkar maupun partai politik lainnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya