Berita

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat membuka Laboratorium Gerakan (Laga) Perubahan 2.0 'NasDem Naik Kelas', Pelatihan Kader Penggerak untuk Pengembangan Partai Angkatan VIII, di Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta. (Foto: Nasdem)

Politik

Gerakan Perubahan Tak Terbatas dari Pemilu ke Pemilu

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 15:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gerakan perubahan harus terus dilakukan secara  berkelanjutan untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat membuka Laboratorium Gerakan (Laga) Perubahan 2.0 'NasDem Naik Kelas', Pelatihan Kader Penggerak untuk Pengembangan Partai Angkatan VIII, di Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan kader Partai NasDem asal Sulawesi Selatan, Bali, dan Kalimantan Timur.


Dalam arahannya, Surya mempertanyakan mengapa Indonesia belum mampu menjadi bangsa yang lebih hebat, meski memiliki berbagai potensi dan cita-cita besar yang diwariskan para pendiri bangsa.

“Jawaban yang paling sederhana adalah karena kita selalu mempermainkan akal sehat kita. Kita tidak jujur kepada objektivitas sebagai fakta yang ada di tengah-tengah kehidupan bangsa yang kita miliki,” ujarnya.

Menurutnya, kemajuan bangsa membutuhkan kemauan untuk bergerak dan bertindak, bukan sekadar retorika. Dia pun menekankan, pendidikan politik menjadi salah satu esensi penting dalam gerakan perubahan. Partai politik memiliki peran strategis dalam proses tersebut.

“Itulah hakikinya gerakan perubahan. Maka ini adalah suatu hal yang bersifat abadi dalam kehidupan kita. Tidak terbatas pada pemilu satu kepada pemilu berikutnya,” jelasnya.

Surya menegaskan, gerakan perubahan harus menjadi proses yang terus berjalan dan tidak berhenti pada momentum politik tertentu. Karena itu, kader NasDem diminta terus memperkuat pendidikan politik serta menjalankan fungsi partai sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya