Berita

Menkeu Suahasil Nazara. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Setoran Bea Cukai Rp210,2 Triliun, Tumbuh 7,8 Persen

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 13:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp210,2 triliun hingga akhir Agustus 2026. Realisasi tersebut naik 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan telah mencapai 62,6 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp336 triliun.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penerimaan bea dan cukai tetap mencatat pertumbuhan meski sempat mengalami kontraksi pada tiga bulan pertama tahun ini.

"Mengumpulkan penerimaan itu bukan pekerjaan yang mudah, baik di bea cukai maupun di pajak, karena itu harus dilakukan dengan tata kelola yang baik, disiplin, dan tertib," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat, 18 September 2026.


Jika dirinci, penerimaan cukai masih menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp148,7 triliun. Angka tersebut tumbuh 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan cukai antara lain ditopang aktivitas penindakan serta peningkatan produksi rokok dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

Sementara itu, penerimaan bea masuk tercatat Rp36,4 triliun atau tumbuh 13 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut dipengaruhi peningkatan volume impor dan pergerakan nilai tukar.

Adapun penerimaan bea keluar mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 34,4 persen menjadi Rp25,1 triliun. Kinerja tersebut terutama didorong kenaikan harga dan volume ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

Suahasil menjelaskan, penerimaan bea keluar dari aktivitas ekspor turut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kurs valuta asing, volume ekspor hingga permintaan dari pasar global.

"Tentu ada berbagai macam faktor yang memengaruhi, misalkan kita ekspor pakai kurs valuta asing, jika valas menguat, volume ekspor meningkat dan beanya juga naik. Jadi faktor volume, kurs, permintaan luar negeri menjadi sangat penting," tandasnya. 


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya