Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Kabinet Merah Putih Layak Dievaluasi Total

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 13:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan yang perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kabinet.

Pengamat politik Andi Yusran menyoroti sejumlah indikator yang menurutnya menjadi catatan minus pemerintahan Prabowo, mulai dari nilai tukar rupiah, persoalan korupsi, daya beli masyarakat, ketimpangan ekonomi hingga deforestasi.

“Dua tahun rezim Prabowo berkuasa, memiliki nilai plus dan minus. Nilai tukar rupiah yang semakin anjlok, korupsi yang melibatkan aparatur negara yang semakin membesar, daya beli masyarakat yang semakin lemah, ketimpangan ekonomi yang semakin menganga, deforestasi yang semakin meluas,” kata Andi Yusran kepada RMOL, Jumat, 18 September 2026.


Menurutnya, berbagai persoalan tersebut menjadi sederet catatan yang perlu diperhatikan pemerintah. Ia menilai capaian positif yang terbatas, termasuk di sektor pangan, belum cukup untuk menutupi berbagai persoalan yang menjadi sorotan.

“Prestasi minus ini tidak cukup ditutupi prestasi positif dan terbatas seperti yang telah diraih di sektor pangan,” ujarnya.

Atas dasar itu, Andi Yusran menilai berbagai indikator tersebut dapat dijadikan bahan untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran kabinet pemerintahan Prabowo.

“Rapor ini adalah indikator yang bagus untuk dipakai sebagai dasar untuk melakukan evaluasi total terhadap kabinet,” tandasnya.

Diketahui Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal terbuka mengenai kemungkinan reshuffle Kabinet Merah secara besar-besaran menjelang dua tahun pemerintahan.

Dalam wawancara dengan sejumlah Jurnalis di Hambalang, Prabowo mengatakan evaluasi terhadap kinerja Kabinet Merah Putih dilakukan secara berkelanjutan. Meski membuka peluang perubahan komposisi kabinet, kepala negara mengakui secara objektif kinerja timnya sejauh ini berjalan baik.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya