Berita

Polres Jakarta Selatan. (Foto: Istimewa)

Hukum

Rugi Rp5 Miliar, Dua Investor Perumahan Syariah Polisikan Dosen

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 12:45 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dosen berinisial universitas ternama di Purwokerto, berinisial SY, dilaporkan dua investor atas dugaan penipuan dan/atau penggelapan terkait proyek pembangunan perumahan berkonsep syariah di kawasan Ledug, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dua investor tersebut, Dino Mahendra dan Ade Mahmud, melalui kuasa hukumnya Akhlan melaporkan SY ke Polres Metro Jakarta Selatan berdasarkan laporan polisi LP/B/3004/VII/2026/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya.

Menurut Akhlan, perkara tersebut bermula dari penawaran kerja sama investasi pembangunan perumahan syariah dengan kebutuhan modal awal sekitar Rp3 miliar.


Skema awal investasi terdiri dari sejumlah uang yang harus diserahkan oleh Dino Mahendra dan Ade Mahmud dan SY dengan sistem bagi hasil sesuai syariah. Namun dalam pelaksanaannya terdapat persoalan mengenai realisasi penyertaan modal tersebut.

“Realisasi porsi modal yang seharusnya disetorkan SY menjadi salah satu hal yang kami persoalkan. Dalam perjalanan proyek, kedua klien kami justru beberapa kali diminta menambah setoran modal hingga total dana yang telah mereka keluarkan melebihi dari total modal yang disepakati,” kata Akhlan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 18 September 2026.

Menurut pihak investor, hingga kini dana yang telah mereka tempatkan beserta keuntungan yang mereka klaim menjadi haknya belum dikembalikan. Apabila modal dan keuntungan tersebut diperhitungkan, kuasa hukum menyebut nilai yang dipersoalkan lebih dari Rp5 miliar.

Akhlan menduga penggunaan dana proyek untuk kepentingan lain, termasuk dugaan transaksi atau penguasaan lahan di luar skema investasi yang disepakati.

“Kami minta penyidik telusuri aliran dananya. Dari rekening masuk, penggunaan dana, pembelian tanah, kepemilikan aset sampai siapa yang memperoleh manfaat ekonominya,” kata Akhlan.

Dari pemeriksaan para saksi dan bukti-bukti didapati fakta, bahwa terdapat indikasi/ dugaan mark up dari pembelian tanah yang digunakan untuk pengembangan perumahan syariah tersebut.

Menurut kuasa hukum, laporan mengenai investasi perumahan syariah tersebut bukan satu-satunya proses hukum yang saat ini dikaitkan dengan SY.

Akhlan menyebut terdapat dua laporan lain yang berkaitan dengan SY dan masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum di Polsek Kembaran.

Berdasarkan dari keterangan penyidik bahwa hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan langsung dari SY.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya