Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

IHSG Sesi I Lunglai, Sektor Kesehatan Pimpin Koreksi Pasar

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 12:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama pada Jumat, 18 September 2026, di zona merah. IHSG terkoreksi 0,35 persen atau turun 22,686 poin ke level 6.439,745.

Sepanjang perdagangan sesi I, pergerakan indeks terpantau variatif. IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 6.521 sebelum tertekan hingga menyentuh level terendah harian di 6.433, menyusul pembukaan awal perdagangan pagi tadi di posisi 6.462.

Tekanan jual mendominasi lantai bursa siang ini. Tercatat sebanyak 406 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 207 saham yang berhasil menguat, dan sisanya stagnan. Di tengah koreksi pasar, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi tiga emiten dengan nilai transaksi terbesar.


Hampir seluruh sektor saham kompak parkir di zona negatif. Sektor Kesehatan (IDXHEALTH) memimpin pelemahan pasar dengan koreksi tajam sebesar 1,67 persen. Tekanan juga melanda sektor Infrastruktur (IDXINFRA) yang merosot 1,27 persen dan sektor Keuangan (IDXFINANCE) yang turun 1,17 persen.

Pelemahan turut dialami oleh sektor Barang Baku (IDXBASIC) sebesar 0,56 persen, sektor Properti & Real Estat (IDXPROPERT) melemah 0,52 persen, sektor Barang Konsumen Primer (IDXNONCYC) turun 0,61 persen, serta sektor Transportasi & Logistik (IDXTRANS) terkoreksi 0,30 persen.

Sementara itu, koreksi tipis dicatatkan oleh sektor Perindustrian (IDXINDUST) sebesar 0,14 persen dan sektor Barang Konsumen Non-Primer (IDXCYCLIC) turun 0,13 persen.

Kendati demikian, segelintir sektor masih mampu bertahan di zona hijau di tengah tekanan IHSG. Sektor Energi (IDXENERGY) mencatatkan kenaikan sebesar 0,22 persen, diikuti oleh sektor Teknologi (IDXTECHNO) yang menguat tipis 0,11 persen.

Kondisi serupa terjadi pada jajaran indeks saham unggulan. Indeks LQ45 melemah 1,34 persen ke level 639,681, dan Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 1,08 persen ke posisi 387,925.

Tekanan jual yang signifikan juga menimpa Indeks IDX30 yang merosot 1,35 persen ke level 355,317, serta Indeks MNC36 yang terpantau turun paling dalam sebesar 1,43 persen ke level 278,393.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya