Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: BPMI Setpres)

Politik

Golkar Nilai Ambang Batas Parlemen 5 Persen Ideal

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 11:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 5 persen merupakan angka yang ideal. 

Bahlil mengatakan, besaran parliamentary threshold masih menjadi bagian dari komunikasi lintas partai politik. 

Dari pembahasan tersebut, muncul sejumlah usulan angka, mulai dari 6 persen, 7 persen, 5 persen, hingga di bawah 5 persen. Namun menurutnya angka 5 persen sudah ideal.


"Kalau parliamentary threshold dalam komunikasi kita dengan lintas partai, memang ada yang menginginkan ada 6, ada 7, ada 5, ada di bawah itu juga. Tapi mungkin angka ideal ya, angka ideal itu 5 cocok lah ya," ujarnya kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Jumat, 18 September 2026. 

Besaran ambang batas parlemen belakangan menjadi perbincangan di tengah isu pembahasan RUU Pemilu di DPR. 

Bahkan, partai-partai koalisi disebut telah menyepakati angka 5 persen. Sebelumnya, 

Partai Gerindra mendukung parliamentary threshold 5 persen dalam revisi Undang-Undang Pemilu. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menyebut partai lain seperti Golkar dan PKS juga menyetujui angka tersebut.

"Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen. Seperti juga kemarin Golkar juga menyampaikan ya, PKS juga menyampaikan, dan saya kira itu yang kita sepakati," kata Sugiono di kompleks parlemen, Rabu, 16 September 2026.

Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) menolak parliamentary threshold di atas 4 persen karena khawatir semakin banyak suara pemilih yang tidak terkonversi menjadi kursi. 

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan sikap tersebut bukan karena kekhawatiran PAN tidak lolos ke parlemen pada Pemilu 2029. 

"PAN keberatan jika parliamentary threshold diatas empat persen. Sikap PAN bukan karena khawatir tidak lolos mendapatkan kursi DPR RI, karena sejak Pemilu 1999 sampai 2024 PAN terbukti selalu lolos ke Senayan," tegasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya