Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Investor Asing Diminta Gandeng Pengusaha Lokal, BKPM Ungkap Alasannya

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 09:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Masuknya modal asing ke Indonesia dinilai tidak cukup hanya menghadirkan pabrik, kantor, atau proyek baru. Pemerintah ingin investasi tersebut ikut memperkuat pelaku usaha lokal agar manfaat ekonomi tidak berhenti di lingkungan perusahaan investor.

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Saribua Siahaan mengatakan, kolaborasi antara perusahaan asing dan pelaku usaha lokal menjadi salah satu hal yang terus didorong pemerintah.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan lokal juga dapat membantu investor mengembangkan bisnisnya di Indonesia.


"Kalau Anda ingin sukses, invest in Indonesia, you have to collaborate with local companies. Local companies not only make your business grow faster but also protect your business," kata Saribua dalam acara Reclaiming Global Trust: Indonesia’s Investment Agenda for a Volatile World di Jakarta, dikutip redaksi Jumat 18 September 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah telah berupaya memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, salah satunya melalui kemudahan memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB).

NIB dinilai penting karena dapat membuka akses pelaku usaha terhadap pembiayaan perbankan. Dengan memiliki legalitas usaha tersebut, pelaku UMKM diharapkan lebih mudah memenuhi persyaratan untuk memperoleh kredit.

"NIB itu diperuntukkan agar mereka punya akses dan prioritas untuk mendapatkan kredit dari sumber perbankan. Sehingga perbankan mudah memberikan kredit," ujarnya.

Saribua mengatakan, NIB dapat diperoleh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di daerah.

Di sisi lain, investor asing juga didorong tidak hanya melihat perusahaan lokal sebagai mitra pelengkap, tetapi sebagai bagian dari ekosistem bisnis yang dapat membantu keberlanjutan investasi.

Pemerintah, lanjutnya, memahami bahwa investasi membutuhkan stabilitas regulasi, efisiensi, dan keuntungan. Namun, faktor sosial di sekitar lokasi investasi juga perlu menjadi perhatian.

"Kita tahu investasi itu perlu stabilitas, perlu efisiensi, dan perlu profit juga. Dari sisi lokal, pemerintah perlu menjaga stabilitas regulasinya. Namun harus ada kolaborasi, libatkan masyarakat lokal," kata Saribua.

Menurut dia, peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar lokasi investasi pada akhirnya dapat memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan perusahaan.

"Kalau Anda tingkatkan kemampuan dan kehidupan masyarakatnya, maka bisnis Anda akan bagus. Karena kalau kesejahteraan masyarakat di sekitar pabrik kita angkat, berarti bisnisnya akan berkembang terus dan perusahaan tersebut pasti akan dilindungi," tuturnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya