Berita

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengecek langsung kondisi gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan. (Foto: Kemenhut)

Politik

Pasukan Darat Dipertebal Lindungi Gajah Padang Sugihan dari Karhutla

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 08:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berbagai upaya dilakukan untuk melindungi gajah di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Salah satu langkah yang dilakukan dengan mempertebal pasukan darat untuk mencegah api mendekati kawasan SM.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengecek langsung kondisi gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan, Kamis, 17 September 2026. Di PKG SM Padang Sugihan sendiri terdapat 29 Gajah dengan rincian 13 ekor jantan dan 16  ekor betina. 

Kondisi SM Padang Sugihan sejauh ini relatif aman. Kawasan tersebut juga telah memiliki sekat bakar yang dibuat oleh petugas untuk mencegah api mendekat.


“Sejauh ini ini relatif aman, ya. Ada sekat bakar yang sudah dibuat oleh teman-teman. Jadi, yang paling dekat, yang paling memungkinkan pada saat ini adalah memang tetap berada di sini sambil mempertebal pasukan darat untuk mencegah terjadi kebakaran yang mendekat ke SM Padang Sugihan ini,” ujarnya.

Penanganan Karhutla di sekitar kawasan dilakukan melalui sejumlah upaya. Pemadaman lewat udara melalui pesawat water bombing terus dikerahkan, sementara pemadaman darat melibatkan gabungan personil TNI, Polri dan Manggala Agni Kemenhut. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga akan dimaksimalkan dengan memanfaatkan potensi hujan.

“Gajahnya relatif masih baik, ya. Karhutla itu kita pastikan untuk terjaga dengan baik. Seperti saya katakan tadi, water bombing kita kerahkan. Kemudian darat ya, satgas darat, insyaallah maksimum TNI, Polri, Manggala Agni Kemenhut, terus berjuang untuk memadamkan dan juga OMC,” kata Menhut Raja Antoni.

Perlindungan kawasan konservasi menjadi perhatian karena memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Ia mengatakan pemadaman api penting dilakukan, namun perlindungan satwa liar juga tidak kalah penting.

“Untuk kita berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” katanya.

SM Padang Sugihan merupakan salah satu lanskap atau kantong gajah yang cukup besar di Sumatera. Di kawasan tersebut terdapat 29 ekor gajah jinak, sementara populasi gajah liar disebutnya sekitar 130 ekor. Karena itu, upaya mencegah Karhutla mendekati kawasan konservasi menjadi bagian penting dalam menjaga habitat gajah.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya