Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Pasar saham Eropa menguat pada penutupan perdagangan Kamis 17 September 2026, setelah harga minyak turun dan pasar obligasi global lebih tenang, menyusul keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga sesuai perkiraan.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup menguat 0,86 persen atau naik 5,51 poin menjadi 642,60.
Sebagian besar bursa regional juga mencatat hasil positif.
Di Inggris, indeks FTSE 100 naik 1,19 persen atau 127,67 poin menjadi 10.816,14. Indeks DAX Jerman naik 0,70% atau 178,96 poin ke 25.716,71, dan CAC 40 Prancis naik 0,57 persen atau 46,34 poin menjadi 8.186,93.
Saham pertambangan logam memimpin penguatan dengan kenaikan 2,1 persen, diikuti saham otomotif yang naik 1,7 persen didorong oleh kenaikan sekitar 2 persen pada saham BMW, Renault, dan Volkswagen.
Harga minyak Brent kembali turun untuk hari kedua setelah ada laporan bahwa Arab Saudi menawarkan tambahan kargo minyak melalui Oman. Meski demikian, harganya masih bertahan di atas 100 Dolar AS per barel. Sektor energi Eropa tetap naik tipis 0,1 persen.
Kenaikan saham ini juga didorong oleh keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga pada hari Rabu, yang merupakan kenaikan pertama dalam tiga tahun untuk mengendalikan inflasi. Imbal hasil *US Treasury* turun pada hari Kamis saat investor mencerna keputusan tersebut.
Bank of England (BoE) memilih mempertahankan suku bunganya, tetapi memperingatkan bahwa lonjakan biaya energi akan memperkuat tekanan inflasi.
Inflasi zona Euro untuk Agustus direvisi sedikit lebih rendah menjadi 3,2 persen secara tahunan dari estimasi awal 3,3 persen.
Di Swedia, Perdana Menteri Ulf Kristersson menyatakan akan mengundurkan diri setelah oposisi kiri-tengah menang tipis di parlemen. Partai Sosial Demokrat yang dipimpin Magdalena Andersson diperkirakan memimpin pembentukan pemerintahan baru. Indeks acuan saham Swedia menguat 1,1 persen.