Berita

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berbincang dengan nelayan di pesisir Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu, 9 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, Prabowo juga meninjau pelabuhan shelter sortir, hingga fasilitas pengepakan ikan dan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Politik

KNMP Harus Dongkrak Pendapatan Nelayan

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 14:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditargetkan mencapai 1.269 lokasi sepanjang 2026 didukung Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan.

Menurutnya, lompatan dari 65 KNMP tahap pertama yang telah selesai dibangun menuju 1.269 lokasi merupakan pekerjaan besar yang perlu diikuti dengan satu ukuran utama yakni semakin baiknya kehidupan nelayan dan keluarga pesisir.

“Saya mendukung percepatannya. Tetapi saya ingin setiap angka tambahan itu berarti ada keluarga nelayan yang kehidupannya ikut membaik. Jadi yang kita kejar bukan hanya jumlah kampungnya, tetapi juga kenaikan pendapatan nelayannya,” kata Johan di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.


Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan tersebut sekitar Rp10 triliun, dengan kebutuhan setiap lokasi disesuaikan dengan karakter dan fasilitas yang dibangun.

Johan menilai optimisme pemerintah perlu didukung dengan pengawalan terhadap kualitas pembangunan, kesiapan operasional, serta manfaat ekonomi yang diterima masyarakat pesisir.

“Kalau negara menyiapkan sekitar Rp10 triliun untuk 1.269 kampung, publik juga perlu mendapatkan satu angka yang sederhana: berapa persen pendapatan nelayan naik setelah Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi? Angka itulah yang menurut saya akan menjadi cerita keberhasilan program ini,” ujarnya.

Menurut Johan, pengalaman dari 65 KNMP tahap pertama dapat menjadi pijakan untuk mengukur manfaat tersebut. Data KKP menunjukkan hingga 14 Agustus 2026, uji coba operasional di 65 KNMP telah mencatat pengiriman sekitar 273,6 ton hasil perikanan senilai Rp11,10 miliar. Komoditas yang dipasarkan antara lain tuna, cumi, gurita, tongkol, bawal, ikan demersal, dan kakap putih.

Hasil tersebut berasal dari sejumlah daerah, termasuk Sumbawa, Lampung, Pandeglang, Sinjai, Lombok Tengah, Gorontalo, Tual, Konawe, dan Merauke.

“Ini awal yang baik. Sekarang kita perlu melihat lebih jauh. Dari transaksi Rp11,1 miliar itu, berapa nilai tambah yang tinggal di kampung, berapa yang masuk ke rumah tangga nelayan, dan apakah nelayan mendapatkan harga ikan yang lebih baik dibanding sebelum fasilitas KNMP beroperasi,” kata Johan.

Menurutnya, fasilitas seperti dermaga, cold storage, pabrik es, tempat pelelangan ikan, SPBN, maupun sarana pendukung lainnya harus dipandang sebagai instrumen untuk menggerakkan ekonomi pesisir.

Johan melihat kebutuhan anggaran sekitar Rp10 triliun sebagai investasi besar negara untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir. Karena itu, ia mendorong desain pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Bagi saya ukurannya sangat manusiawi. Ketika KNMP hadir, ikan nelayan mendapatkan harga lebih baik, biaya melaut lebih ringan, koperasinya tumbuh, penghasilannya bertambah, dan keluarganya hidup lebih sejahtera. Kejar 1.269 kampungnya, dan mari kita kejar lebih sungguh-sungguh kesejahteraan nelayannya,” pungkas Johan.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya