Berita

Kader DPC PDIP Surabaya, Achmad Hidayat dipecat usai berkunjung ke kediaman Jokowi.(Foto: tangapan layar Instagram @achmad_hidayat)

Politik

Pemecatan Kader PDIP yang Temui Jokowi Bentuk Pendisiplinan

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 11:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemecatan kader DPC PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya Achmad Hidayat setelah bertemu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai Pengamat Politik Adi Prayitno sebagai bagian dari buntut panjang konflik politik antara PDIP dan Jokowi.

Adi mengatakan, dari sudut pandang partai, pemecatan tersebut dapat dipahami sebagai bentuk penegakan disiplin dan sanksi terhadap kader yang dinilai melakukan pembangkangan atau melanggar aturan organisasi.

"Suka tidak suka ini mungkin harus kita akui sebagai efek buntut yang berkepanjangan soal bagaimana konflik politik antara PDIP dengan Jokowi," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 16 September 2026.


Menurutnya, PDIP saat ini terlihat semakin tegas dalam mendisiplinkan kader yang dianggap tidak patuh terhadap keputusan dan aturan organisasi. Terlebih, hubungan politik PDIP dengan Jokowi disebut telah mengalami keretakan yang cukup dalam.

Adi bahkan menggambarkan hubungan PDIP dengan Jokowi saat ini sudah seperti "talak 10". Menurut dia, istilah tersebut menggambarkan hubungan politik yang dinilai sudah sangat sulit untuk kembali seperti sebelumnya.

"PDIP dengan Jokowi itu talak 10, bukan lagi talak 3. Talak 3 mungkin dalam politik masih ada kemungkinan untuk melakukan rujuk ataupun islah secara politik. Tapi rasa-rasanya bagi PDIP soal hubungan politiknya dengan Jokowi dan keluarga besarnya ini sudah talak 10," kata Adi.

Karena itu, Adi menilai langkah Achmad Hidayat bertemu Jokowi di Solo kemudian berujung pada sanksi partai tidak terlepas dari situasi tersebut. Achmad sendiri telah mengonfirmasi kunjungannya ke kediaman Jokowi dilakukan atas inisiatif pribadi untuk bersilaturahmi.

"Jadi wajar ketika Ahmad Hidayat salah satu kader PDIP Surabaya ketika silaturahim dan bertemu dengan Jokowi di Solo kemudian diberhentikan dan dilarang menggunakan atribut dan simbol yang semua ada kaitannya dengan PDIP," tandasnya.




Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya