Berita

Kick Off Event Bulan Dana Pensiun 2026 di Jakarta (Foto: Istimewa)

Bisnis

Sejahtera di Masa Pensiun Bukan Tugas Satu Pihak

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 08:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menyiapkan kesejahteraan masyarakat di masa pensiun membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, industri dana pensiun, hingga masyarakat sebagai peserta. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kolaborasi menjadi kunci untuk memperkuat kesiapan finansial masyarakat menghadapi masa purnabakti.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kesejahteraan masyarakat setelah memasuki masa pensiun tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

“Ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat pensiun itu diperlukan sinergi dan kolaborasi antara semua pihak. Dalam hal ini OJK, kemudian dari industrinya, dari Menteri Ketenagakerjaan, Menteri PAN-RB dan semuanya. Jadi ini harus kita kerjakan bersama, tapi yang utama adalah kemauan dari masyarakat semua,” ujar Friderica dalam Kick Off Event Bulan Dana Pensiun 2026 di Jakarta, dikutip Rabu 16 September 2026.


Senada, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menegaskan peningkatan kecukupan manfaat pensiun atau replacement ratio juga tidak dapat mengandalkan satu program maupun lembaga.

“Peningkatan replacement ratio tidak dapat hanya mengandalkan satu program atau satu lembaga. Diperlukan sinergi antara program pensiun wajib, program bagi Aparatur Sipil Negara serta anggota TNI dan Polri, dan program pensiun sukarela melalui DPPK dan DPLK,” kata Ogi.

Menurutnya, penguatan sistem pensiun perlu dilakukan melalui perluasan kepesertaan, kecukupan dan kesinambungan iuran, serta pengelolaan investasi yang prudent.

Pentingnya persiapan sejak dini juga disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini. Menurutnya, perencanaan masa pensiun seharusnya dilakukan sejak seseorang mulai bekerja, bukan menjelang berakhirnya masa kerja.

“Masa persiapan yang baik tidak dipersiapkan ketika kita itu akan berhenti bekerja, tapi sejak mulai bekerja. Mari kita jadikan semangat muda berkarya bukan hanya sebagai tema kegiatan, tetapi sebagai pengingat kita, bahwa kita akan terus berkarya terus, sambil kita mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Rini.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menambahkan, urgensi persiapan pensiun semakin besar seiring perubahan struktur demografi Indonesia. Setelah menikmati bonus demografi, Indonesia akan menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia.

“Sekarang kita ada bonus demografi dan tidak berapa lama lagi kita akan menuju kepada aging population. Semakin banyak orang yang berada di usia bukan lagi usia kerja, sesudah pasca usia kerja. Dan tentu kita menginginkan bahwa mereka bisa tetap berkarya. Mereka tidak tergantung dari para pekerja yang produktif,” jelas Yassierli.

Dalam momentum Bulan Dana Pensiun 2026 yang mengusung tema “Muda Berkarya, Tua Bahagia”, PT Asabri (Persero) turut memperkuat edukasi dan layanan bagi pesertanya.

Asabri, yang menyelenggarakan asuransi sosial bagi prajurit TNI, anggota Polri serta ASN di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Polri, menjalankan sejumlah program untuk membantu peserta mempersiapkan masa purnabakti.

Di antaranya Program PUNDI (Pelatihan Pengelolaan Uang dan Dana Investasi) yang menyasar peserta aktif melalui 33 kantor cabang Asabri. Program ini memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan persiapan masa pensiun.

Sementara bagi peserta pensiun, Asabri menjalankan Program NAWASENA (Pembinaan Wawasan dan Kesejahteraan Purnawirawan) di lima kantor cabang. Program tersebut mencakup aspek kesehatan, aktivitas, wawasan, keterampilan, hingga pengelolaan keuangan.

Sekretaris Perusahaan Asabri Okki Jatnika mengatakan kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas dukungan kepada peserta.

“Dalam rangka Bulan Dana Pensiun 2026, Asabri menyelenggarakan Program NAWASENA dan PUNDI sebagai bukti bahwa kesiapan masa pensiun dalam ekosistem Asabri tidak hanya menyentuh aspek finansial, melainkan juga mencakup kesehatan fisik, produktivitas, dan kesejahteraan emosional secara menyeluruh kepada Peserta,” ujar Okki.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya