Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (tengah) saat konferensi pers YE Live In Jakarta 2026 di Balai Kota Jakarta, Selasa sore, 15 Septeber 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

YE Manggung di GBK, Pramono Lihat Peluang Ekonomi Jakarta

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 07:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konser musik berskala internasional tak lagi sekadar menjadi agenda hiburan. Bagi Jakarta, kedatangan ribuan penonton dari dalam dan luar negeri menjadi peluang untuk menggerakkan hotel, restoran, transportasi, ritel hingga industri kreatif.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penyelenggaraan YE Live In Jakarta 2026 menjadi momentum untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global sekaligus membuka peluang ekonomi bagi berbagai sektor.

“Kehadiran konser ini membuka peluang bagi berbagai sektor ekonomi Jakarta, mulai dari hotel, restoran, transportasi, ritel, hingga industri kreatif,” kata Pramono dalam konferensi pers YE Live In Jakarta 2026 di Balai Kota Jakarta, Selasa sore, 15 Septeber 2026. 


Konser YE, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West, akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 24 Oktober 2026. Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang masuk dalam rangkaian tur YE tahun ini. 

Pramono mengatakan Pemprov DKI akan mendukung penyelenggaraan konser, termasuk dari sisi transportasi dan ekonomi kreatif. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan kegiatan internasional dapat memberi dampak lebih luas terhadap ekosistem ekonomi Jakarta.

Apalagi, Jakarta saat ini memiliki basis wisatawan yang cukup besar. Pada semester I 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Jakarta mencapai 1,04 juta orang, sementara wisatawan nusantara mencapai 8,82 juta orang. Pada periode yang sama, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen. 

Dari sisi nasional, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melihat konser internasional sebagai salah satu penggerak rantai ekonomi pariwisata. Menurut dia, dampaknya tidak berhenti pada tiket, tetapi merambat ke akomodasi, transportasi, kuliner, vendor hingga penciptaan lapangan kerja.

“Event seperti ini dipercaya mampu mengaktifkan rantai ekonomi ekosistem pariwisata kita. Dampak ekonomi bisa kita lihat dari nilai pembelian tiket, penyewaan sarana dan prasarana tempat konser, aktivitas produksi oleh vendor dan pelaku industri konser musik, kuliner, hingga menciptakan lapangan kerja,” ujar Widiyanti.

Widiyanti menambahkan, pemerintah telah memberikan dukungan terhadap 105 kegiatan melalui program Event by Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 6,47 juta pengunjung, 11.000 UMKM, dan 184.000 pekerja seni serta komunitas, dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp1,09 triliun. 

“Hal ini menegaskan bahwa penyelenggaraan konser berskala internasional berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi yang melampaui acara itu sendiri,” katanya.

Gambaran dampak langsung terhadap industri juga terlihat dalam persiapan YE Live In Jakarta 2026. Raw Vision Collective memproyeksikan sekitar 4.600 tenaga kerja terlibat dalam berbagai fungsi penyelenggaraan, mulai dari produksi panggung, keamanan, F&B, logistik, ticketing hingga pemasaran.

Dewi Gontha dari Raw Vision Collective mengatakan konser tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi tenaga profesional dan talenta lokal untuk terlibat dalam produksi berskala internasional.

“Konser ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan talenta dan tenaga profesional Indonesia dalam mendukung produksi global, sekaligus bekerja bersama tim internasional YE dengan standar teknis dan keselamatan internasional,” kata Dewi. 

YE Live In Jakarta 2026 tidak hanya membawa aktivitas ekonomi melalui penonton dan wisatawan yang datang, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha, pekerja dan talenta lokal untuk masuk ke dalam rantai industri pertunjukan internasional.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya