Berita

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Hukum

Ossy Dermawan: Pelayanan Kantor Pertanahan Tak Terganggu OTT KPK

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 21:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pelayanan untuk masyarakat dipastikan tak akan terganggu dengan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat sejumlah pejabat Kementerian ATR/BPN, termasuk tingkat Direktur Jenderal (Dirjen).

Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Ossy mengatakan, dirinya telah mengecek kondisi sejumlah Kantor Pertanahan (Kantah) yang pimpinannya turut ditangkap oleh lembaga antirasuah tersebut pada Senin kemarin, 14 September 2026.


"Alhamdulillah tadi pagi juga kami melaksanakan pengecekan di Kantor Pertanahan Bogor dan juga Kota Tangerang. (Pelayanan) masih berjalan normal dan sesuai dengan prosedural sehari-harinya," kata Ossy.

Ossy menegaskan, Kementerian ATR/BPN akan terus mengawasi kinerja di daerah. Ia tidak ingin kasus hukum yang tengah bergulir ini justru merugikan masyarakat yang sedang mengurus administrasi pertanahan.

"Itu yang ingin kami tekankan juga hari ini, jangan sampai isu ini kemudian mengorbankan pelayanan publik kepada masyarakat. Dan kami terus mengecek hal tersebut," tegasnya.

Terkait OTT yang berkaitan dengan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor dan Jabodetabek tersebut, Ossy meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi dan menunggu penjelasan resmi dari Aparat Penegak Hukum (APH).

"Dari sisi Kementerian ATR/BPN Tidak perlu kita membuat spekulasi Ataupun kontroversi lainnya, Kita tunggu sama-sama APH pasti menyampaikan secara resmi," kata Politikus Partai Demokrat ini.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya