Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz. (Foto: Dok. ddjp)
Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta menggelar audiensi bersama pemilik dan penghuni rumah susun (rusun)/apartemen.
Pertemuan itu fokus menyerap aspirasi masyarakat terkait penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rumah Susun.
Ketua Bapemperda Abdul Aziz mengatakan bahwa masih banyak persoalan yang disampaikan warga terkait mekanisme pengelolaan rusun.
Satu di antaranya, penyesuaian tarif bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga struktural Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).
“Kami menerima banyak sekali masukan. Baik yang berupa usulan untuk dihilangkan maupun usulan untuk ditambah,” ujar Aziz di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin 14 September 2026.
Aziz menekankan, warga rusun turut mengusulkan dan merumuskan pasal-pasal yang komprehensif. Untuk itu, Bapemperda menyediakan waktu tujuh hari untuk memberikan masukan tertulis yang lebih rinci dan terstruktur.
“Sebelum pembahasan pasal per pasal Perda Rusun ini dilakukan,” kata Aziz.
Aziz mengimbau warga menyusun usulan perubahan pasal secara konkret dan berorientasi jangka panjang. Sebab, regulasi harus fokus pada isu-isu substansial yang berlangsung hingga 10-20 mendatang.
“Dari sekarang kita mesti memprediksi ke depannya akan ada masalah apa, dibuat Perdanya, dimasukkan pasal-pasalnya,” kata Aziz.
Meski demikian, Perda harus mengatur hal-hal yang bersifat substansial dan strategis. Rincian teknis operasional tertuang dalam Peraturan Hubernur (Pergub).
Aziz juga mengusulkan warga penghuni Rusun dan apartemen beraudiensi dengan Komisi D yang membidangi sektor pembangunan dan perumahan rakyat.
Komisi D dapat mengkaji masukan secara sektoral untuk direkomendasikan Bapemperda. “Itu malah lebih kuat,” kata Aziz.
Aziz berharap seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan ruang partisipasi publik secara maksimal. Menghasilkan regulasi yang adil dan mampu memberikan perlindungan hukum bagi warga.
“Membuat Perda yang terbaik untuk masyarakat di Jakarta khususnya,” pungkas Aziz.