Berita

Sekjen DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Golkar dan PKS Kompak Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 15:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Golkar dan PKS sepakat mendorong ambang batas parlemen atau parliamentary threshold di kisaran 5 persen dalam pembahasan RUU Pemilu.

Kesepahaman itu muncul dalam pertemuan silaturahmi DPP PKS dengan DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, pada Senin malam, 14 September 2026.

Kedatangan Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf diterima langsung Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. 


Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar M Sarmuji mengatakan, pertemuan tersebut merupakan silaturahmi sekaligus upaya memperkuat kontribusi kedua partai dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Banyak hal yang dibahas tetapi satu semangat yang sama yaitu bagaimana bisa berkontribusi maksimal dalam koalisi Pemerintahan Prabowo-Gibran," ujar Sarmuji kepada wartawan, Selasa, 15 September 2026.

Selain soal pemerintahan, kedua partai turut membahas sejumlah poin krusial dalam RUU Pemilu.

"Undang-undang Pemilu dibahas beberapa poin krusial. Nanti detailnya akan dibahas lebih lanjut," kata Sarmuji.

Salah satu poin yang dibahas adalah batas ambang parlemen.

"Misal tentang parliamentary threshold," kata Sarmuji.

Sarmuji mengatakan, Golkar dan PKS berpandangan angka ambang batas parlemen harus berada pada level moderat.

"Kita bersepaham di angka yang moderat saja," kata Sarmuji.

Saat ditanya mengenai angka yang dimaksud, Sarmuji mengindikasikan ambang batas parlemen berada di kisaran 5 persen.

"Ya kira-kira 5 persen," pungkas Sarmuji.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya