Berita

Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL)

Politik

Purbaya Layak Diganti karena Rapor Kinerja Merah

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 14:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Adi Prayitno menilai pergantian Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan memiliki sejumlah alasan substantif yang berkaitan dengan evaluasi kinerja selama menjabat.

“Secara rasional, secara substantif alasan Purbaya diganti tentu banyak faktor. Misalnya ada klaim pertumbuhan ekonomi naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi itu positif, itu kan statement yang disampaikan oleh pemerintah melalui menterinya. Tapi pada saat bersamaan daya beli masyarakat itu semakin menurun,” kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 15 September 2026.

Ia juga menyoroti akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan yang dinilai masih menjadi persoalan. Kondisi tersebut, menurut Adi, menjadi catatan penting karena Menteri Keuangan memiliki tanggung jawab besar terhadap pengelolaan keuangan negara.


“Jadi wajar hal-hal seperti ini menjadi faktor penting bahwa Menteri Keuangan punya tanggung jawab besar dengan situasi keuangan yang ada di negara kita,” ujarnya.

Selain itu, Adi menilai nilai tukar rupiah yang belum menunjukkan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat turut menjadi catatan negatif bagi kinerja Purbaya.

“Itu tentu menjadi catatan yang sifatnya minus,” tegas Direktur Parameter Politik Indonesia itu.

Adi juga mengingat kembali optimisme Purbaya sebelum menjabat Menteri Keuangan. Menurutnya, Purbaya sebelumnya kerap menyampaikan optimisme mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Purbaya yang dalam banyak hal kalau dulu kita dengarkan pidato politiknya, ceramah politiknya, penuh dengan optimisme. Dia sebut gampanglah kalau sekadar pertumbuhan ekonomi di Indonesia 6 persen di depan mata, 7 persen itu tinggal menghitung waktu dan seterusnya,” tuturnya.

Namun, setelah Purbaya dilantik menggantikan Sri Mulyani, ekspektasi tersebut dinilai belum sepenuhnya terwujud. Adi menyebut sejumlah persoalan ekonomi masih belum terselesaikan sesuai dengan optimisme yang pernah disampaikan.

Adi juga menyoroti peningkatan utang negara serta persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Utang kita terus bertambah dan program strategis misalnya MBG itu yang justru telah melahirkan sejumlah praktik korupsi. Dan itulah yang kemudian menjadi catatan kritis kenapa kinerja Menteri Keuangan itu dinilai punya rapor merah dan sangat layak untuk diganti dengan yang baru, yaitu Suahasil Nazara,” pungkasnya.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya