Berita

Anggota Komisi III DPR Rizki Faisal. (Foto: Dok. Pribadi)

Hukum

Komisi III DPR:

Polda Kepri Harus Cegah Bentrokan Susulan di Setokok

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR meminta Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Polresta Barelang agar memperkuat pengamanan untuk mencegah bentrokan susulan di Setokok, Batam.

Anggota Komisi III DPR Rizki Faisal mengapresiasi langkah cepat aparat mengendalikan situasi pascabentrokan di kawasan Jembatan 3 Barelang, Senin, 14 September 2026.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan situasi tetap aman dan tidak terjadi bentrokan susulan,” ujar Rizki dalam keterangan resminya, Selasa, 15 September 2026.


Politikus Golkar itu meminta aparat memperketat pengamanan di lokasi kejadian dan titik yang berpotensi menjadi sumber konflik. Langkah preventif diperlukan untuk mencegah aksi balasan.

“Jangan sampai ada aksi balasan atau bentrokan susulan yang kemudian membuat persoalan semakin meluas,” kata Rizki.

Rizki juga mendorong proses hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat dilakukan secara tegas, terukur, profesional, dan objektif.

“Ini penting agar masyarakat mendapatkan rasa keadilan sekaligus kepastian hukum,” kata Rizki.

Jika bentrokan berkaitan dengan sengketa lahan yang telah berlangsung lama, Rizki meminta akar persoalan tersebut diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan kekerasan.

“Negara memiliki mekanisme hukum untuk menyelesaikan setiap persoalan,” kata Rizki.

Ia juga meminta aparat dan para pihak membangun komunikasi untuk mencegah konflik meluas, serta mengingatkan masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat harus merasa aman, dan setiap persoalan harus diselesaikan melalui hukum,” kata Legislator asal Batam ini.

Bentrokan di Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, tersebut menewaskan dua orang dan melukai tujuh lainnya. Polresta Barelang menyebut bentrokan berkaitan dengan konflik lahan yang telah berlangsung cukup lama dan bukan merupakan konflik SARA.

Aparat gabungan Polda Kepri, Polresta Barelang, dan TNI telah melakukan pengamanan, olah TKP, serta mengamankan sejumlah orang untuk pemeriksaan.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menyebut penyidik masih memeriksa sekitar 10 saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan menentukan pertanggungjawaban hukum masing-masing pihak.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya