Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Fortune Indonesia Siapkan Aksi Jumbo, 215 Miliar Saham Baru Diterbitkan

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 12:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) membuka rencana penambahan modal melalui penerbitan saham baru atau rights issue. 

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa 15 September 2026, Perseroan akan menerbitkan maksimal 215,096 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham.

Jika seluruh saham baru terserap, aksi korporasi melalui pemberian hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I tersebut berpotensi memberikan tambahan dana hingga Rp27,1 triliun bagi perseroan.


Jumlah saham baru yang diterbitkan setara dengan 99,79 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh FORU setelah pelaksanaan PMHMETD I. Saham tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham.

Dalam aksi ini, setiap pemegang 100 saham FORU yang tercatat pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB akan mendapatkan 46.235 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp126 per saham.

Porsi HMETD terbesar akan dimiliki oleh pemegang saham pengendali FORU, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH). Dengan kepemilikan 76,81 persen saham, IMR AH berhak memperoleh 165,217 miliar HMETD.

IMR AH telah menyatakan akan melaksanakan hampir seluruh hak tersebut. Namun, pelaksanaannya tidak dilakukan seluruhnya dengan uang tunai.

IMR AH akan menggunakan mekanisme inbreng, yakni penyetoran modal dalam bentuk aset. Aset yang disetorkan berupa 49 persen kepemilikan di PT Borneo Prima (BP), yang terdiri dari 10.780 saham Seri A.

Nilai aset yang akan digunakan dalam skema tersebut mencapai Rp20,817 triliun. Dengan demikian, sebagian besar pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham pengendali akan dilakukan melalui penyetoran aset ke dalam perseroan.

Sementara itu, HMETD FORU dapat diperdagangkan di dalam maupun di luar Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tujuh hari kerja. Masa perdagangan sekaligus pelaksanaan HMETD berlangsung mulai 25 September hingga 6 Oktober 2026.

Saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan mulai dicatatkan di BEI pada 25 September 2026. HMETD yang tidak digunakan sampai berakhirnya masa perdagangan dan pelaksanaan akan dinyatakan tidak berlaku.

Investor perlu memperhatikan sejumlah jadwal penting dalam aksi korporasi ini. Cum-right di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 21 September 2026, sedangkan ex-right berlangsung pada 22 September 2026.

Untuk pasar tunai, cum-right ditetapkan pada 23 September dan ex-right pada 24 September 2026. Adapun recording date berlangsung pada 23 September 2026.

Selanjutnya, distribusi Sertifikat Bukti HMETD (SBHMETD) dan prospektus dijadwalkan pada 24 September 2026.

Batas terakhir pembayaran untuk pemesanan saham tambahan ditetapkan pada 7 Oktober 2026. Kemudian, penjatahan sekaligus batas akhir penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD berlangsung pada 8 Oktober 2026.

Pengembalian uang pemesanan dijadwalkan pada 9 Oktober 2026.

Rencana rights issue tersebut sebelumnya telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) FORU untuk menerbitkan maksimal 215,096 miliar saham baru melalui PMHMETD I.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya