Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Rupiah Melemah, Risiko Geopolitik Kembali Menghantui Pasar

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 10:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS kembali melemah pada pembukaan perdagangan Senin, 14 September 2026.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah berada di level Rp17.614 per Dolar AS, melemah 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap Rupiah tidak terlepas dari kembali memanasnya konflik AS dan Iran yang berisiko mengganggu pasokan energi global.


Menurut Ibrahim, eskalasi konflik juga berpotensi mengganggu jalur pasokan minyak melalui kawasan strategis lainnya.

Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran di Bab el-Mandeb dinilai berpotensi memutus jalur utama pasokan minyak Timur Tengah setelah Selat Hormuz. Kondisi tersebut dapat semakin mengganggu pasar minyak mentah dunia.

“Kondisi ini mendorong para pedagang untuk memperhitungkan premi risiko yang jauh lebih tinggi dalam harga minyak mentah,” kata Ibrahim dalam risetny.

Tekanan geopolitik tersebut turut mendorong harga minyak dunia kembali berada di level tinggi. Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 2,89 persen menjadi 107,63 Dolar AS per barrel pada pukul 08.45 WIB. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,70 persen menjadi 102,75 Dolar AS per barrel.

Bagi Indonesia yang merupakan importir neto minyak, kenaikan harga tersebut menjadi tantangan bagi ketahanan fiskal sekaligus stabilitas ekonomi.

“Dampak utama dan beban fiskal yang muncul akibat situasi tersebut adalah pembengkakan subsidi dan kompensasi energi membuat beban APBN meningkat,” tuturnya.

Ibrahim menjelaskan, kenaikan harga minyak di atas asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN akan meningkatkan kebutuhan anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi, termasuk BBM seperti Pertalite dan Solar serta LPG 3 kilogram.

“Apabila pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga BBM di tingkat eceran demi menjaga daya beli masyarakat, pemerintah harus menanggung selisih harga yang sangat besar yang berpotensi melebarkan defisit anggaran,” tuturnya.

Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memprediksi Rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Ia memperkirakan Rupiah berada di rentang Rp17.610 hingga Rp17.650 per Dolar AS pada perdagangan awal pekan depan.

Sementara untuk sepekan ke depan, Rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp17.500 hingga Rp17.850 per Dolar AS.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya