Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Bursa Asia: Kospi dan Nikkei Tertekan Harga Minyak

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 08:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia mengawali perdagangan pekan ketiga September 2026 dengan pergerakan yang beragam. Sejumlah indeks utama kawasan tertekan cukup dalam di tengah kembali melonjaknya harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Sentimen pasar memburuk setelah Arab Saudi menutup sementara pipa East-West, salah satu jalur penting yang memungkinkan pengiriman minyak dari kawasan Teluk tanpa melewati Selat Hormuz.

Pada perdagangan Senin pagi, 14 September 2026, indeks ASX 200 Australia menjadi salah satu yang masih mampu bertahan di zona hijau. Indeks tersebut dibuka menguat 0,15 persen dan kemudian naik 0,20 persen menjadi 8.758,60 pada pukul 08.20 WIB.


Berbeda dengan Australia, tekanan cukup besar terlihat di pasar Korea Selatan. Indeks Kospi dibuka anjlok 2,91 persen dan semakin terperosok 3,12 persen ke level 6.694,09 pada waktu yang sama.

Indeks Nikkei 225 Jepang juga bergerak di zona merah. Setelah dibuka melemah 1,59 persen, Nikkei melanjutkan penurunan 1,55 persen ke posisi 63.018,66.

Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 24.793, sedikit di bawah penutupan sebelumnya yang berada di 24.805,63.

Pergerakan bursa Asia tersebut berlangsung ketika harga minyak kembali menjadi perhatian utama pasar. Harga minyak naik lebih dari 2 persen pada Minggu malam setelah Arab Saudi menutup pipa East-West yang menjadi jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz.

Harga minyak mentah Amerika Serikat bahkan telah menembus 100 Dolar AS per barel pada pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Mei, seiring eskalasi konflik di Timur Tengah.

Ketegangan kawasan juga berdampak pada agenda diplomatik. Pertemuan Iran dan sejumlah negara Arab Teluk yang semula dijadwalkan berlangsung di Oman pada Senin untuk membahas situasi di Selat Hormuz ditunda setelah serangan terhadap pipa minyak Arab Saudi.

Di pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berpotensi menghadapi tekanan setelah mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan penurunan 0,73 persen ke level 6.541.

Sentimen eksternal turut tercermin dari pergerakan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) di New York Stock Exchange. ETF yang menjadi salah satu indikator minat investor terhadap saham Indonesia tersebut ditutup melemah 0,74 persen ke level 12,76 Dolar AS.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya