Berita

Ilustrasi

Nusantara

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026 | 07:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gempa di wilayah perairan Kepulauan Seribu tidak menyebabkan tsunami dan mengakibatkan kerusakan fisik berarti.

Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap waspada dan memantau perkembangan melalui berbagai kanal informasi resmi pemerintah.

"Kejadian gempa dengan magnitudo sekitar 5,9 itu tidak mengakibatkan tsunami dan tidak sampai memicu kerusakan. Karena episentrum gempanya ada di kedalaman 376 kilometer," kata Kepala BPBD DKI Jakarta, Maruli Sijabat, Minggu, 13 September 2026.


Adapun pusat gempa tepat berada di sebelah utara Pulau Payung Besar, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenternya, ini merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab. 

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal). Hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). 

Selanjutnya soal isu megathrust dan sesar aktif yang berkembang belakangan ini, Maruli memandang hal tersebut merupakan pengingat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, bukan sebagai alasan untuk panik.

Menurutnya tidak ada yang tahu kapan gempa terjadi dan tidak ada yang bisa memprediksi tanggal terjadinya. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG dan seluruh unsur terkait terus memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan. Masyarakat juga diimbau harus mulai dari hal sederhana sebagai mitigasi.

"Tahu tempat aman, tahu jalur evakuasi, menyiapkan keluarga dan memahami apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi," tandasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya