Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden)

Dunia

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

SABTU, 12 SEPTEMBER 2026 | 21:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 menghasilkan Deklarasi New Delhi yang disepakati bersama oleh negara-negara anggota BRICS sebagai arah bersama untuk menerjemahkan berbagai komitmen ke dalam langkah dan hasil yang nyata. 

Deklarasi tersebut diadopsi dalam KTT BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada Sabtu, 12 September 2026.

Perdana Menteri (PM) Republik India Narendra Modi menyampaikan bahwa pada sesi pertemuan terbatas KTT BRICS 2026 ini, telah berlangsung secara bermakna dan konstruktif dengan berbagai realitas dunia dipaparkan secara jelas. 


Modi menyebut perubahan dunia membutuhkan pembaruan terhadap institusi-institusi global, terutama dalam aspek representasi, daya tanggap, serta aturan keterlibatan.

“Deklarasi New Delhi yang diadopsi hari ini memberikan arah yang jelas bagi tekad bersama kita. Kini menjadi tanggung jawab kita untuk menerjemahkan komitmen-komitmen ini menjadi hasil yang nyata,” ujar Modi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kekuatan kolektif BRICS untuk memastikan berbagai komitmen bersama dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

Presiden Prabowo menilai kekuatan tersebut tidak boleh berhenti di atas kertas saja, tetapi harus diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat serta memperkuat suara Global South dalam menentukan masa depannya.

“Inilah jenis kekuatan kolektif yang kita butuhkan. Kekuatan yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat kita,” ujar Prabowo.

Kepala Negara menambahkan bahwa kekuatan kolektif yang dimiliki BRICS juga harus digunakan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara. 

Menurut Prabowo, kerja sama negara-negara BRICS dapat menjadi kekuatan untuk memastikan suara dan kepentingan negara-negara Global South semakin diperhitungkan dalam tata kelola global.

“Kekuatan yang sama juga harus digunakan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara. Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita diperhitungkan,” pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya