Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

Dunia

Hadiri KTT BRICS 2026, Prabowo akan Dorong Reformasi WTO hingga Penguatan LCS

SABTU, 12 SEPTEMBER 2026 | 15:43 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pandangan Indonesia dalam dua sesi utama KTT ke-18 BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, 12-13 September 2026.

Prabowo akan mengikuti sesi khusus negara anggota BRICS serta sesi yang melibatkan negara anggota dan negara mitra. Forum tersebut menjadi momentum bagi para pemimpin negara BRICS untuk membahas penguatan multilateralisme dan tata kelola global yang lebih inklusif.

Sejumlah agenda ekonomi menjadi bagian penting dalam pembahasan BRICS tahun ini. Di antaranya reformasi lembaga multilateral seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia.


Selanjutnya dalam forum tersebut juga akan membahas kerja sama keuangan, mekanisme penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS), penguatan rantai pasok global, serta sistem perdagangan yang terbuka, transparan, inklusif dan berbasis aturan juga masuk dalam agenda pembahasan.

Selain ekonomi dan perdagangan, Keketuaan BRICS India 2026 membawa sejumlah isu lain, mulai dari kerangka kelembagaan BRICS, perdamaian dan keamanan, energi, ketahanan pangan dan pertanian, digitalisasi dan teknologi, hingga perubahan iklim dan lingkungan.

KTT kali ini dihadiri para pemimpin negara anggota maupun negara mitra BRICS. Sejumlah kepala negara dan pemerintahan yang dijadwalkan hadir antara lain Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, serta Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali.

Selain itu, hadir pula sejumlah pemimpin negara mitra seperti Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dan Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr.

Indonesia sendiri resmi menjadi anggota BRICS sejak 1 Januari 2025. Keanggotaan tersebut memperluas ruang Indonesia untuk terlibat dalam pembahasan ekonomi, perdagangan, keuangan, serta isu strategis global bersama negara-negara berkembang dan negara-negara ekonomi besar lainnya.

BRICS sebelumnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Pada 2024, kelompok tersebut memperluas keanggotaan dengan memasukkan Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab.

Dalam perkembangannya, BRICS juga membentuk kelompok negara mitra yang mencakup Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.

Secara keseluruhan, negara-negara yang tergabung dalam BRICS dan kelompok mitranya mencakup sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen produk domestik bruto (PDB) global, serta 26 persen perdagangan dunia.

Dalam agenda KTT BRICS 2026, Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yulirto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya.

Dari sektor ekonomi dan keuangan, turut hadir Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, serta Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie beserta jajaran.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya