Berita

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

MUI Ingatkan Bahaya Propaganda Zionis Lewat Iklan Adidas dan IIFP

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 12:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat Indonesia dan Asia Pasifik agar mewaspadai propaganda Zionis yang dinilai tidak hanya bergerak melalui jalur militer dan diplomasi, tetapi juga merambah ruang publik, budaya, ekonomi, pendidikan hingga jejaring masyarakat.

Peringatan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional sekaligus Presiden Koalisi Asia Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, menyusul kontroversi promosi Adidas yang menampilkan mantan anggota IDF serta dibukanya Israel-Indonesia Futures Program (IIFP). 

Dia menilai kedua hal tersebut perlu dilihat secara kritis karena dapat menjadi bagian dari pertarungan narasi dan upaya membentuk persepsi publik terhadap Israel. 


"Promosi Adidas yang menampilkan mantan anggota IDF dan dibukanya Israel-Indonesia Futures Program menunjukkan bahwa agitasi Israel tidak hanya berlangsung di bidang militer dan diplomasi, tetapi juga di ruang publik, budaya, ekonomi, pendidikan dan jejaring masyarakat. Saya mengecam keras promosi agitatif Adidas dan program Israel-Indonesia Future Program (IIFP)," ungkapnya dalam sebuah pernyataan, dikutip Rabu, 9 September 2026.

Menurut Sudarnoto, masyarakat tidak boleh begitu saja menerima berbagai program yang dikemas menggunakan isu kemanusiaan, olahraga, pendidikan, kepemudaan maupun profesionalisme.

Sebab, kemasan tersebut menurutnya berpotensi menjadi instrumen untuk membangun citra positif Israel sekaligus mengikis persepsi kritis masyarakat dunia terhadap kebijakan Israel di Palestina.

"Ini adalah pertarungan narasi dan public diplomacy. Israel berusaha menampilkan dirinya sebagai negara yang modern, simpatik dan normal, sementara penderitaan rakyat Palestina berisiko dikesampingkan dari perhatian publik," tegasnya.

Dia juga menegaskan pentingnya memperkuat literasi politik dan media agar masyarakat mampu membedakan kerja sama kemanusiaan yang genuine dengan aktivitas yang berpotensi menjadi instrumen normalisasi politik. 

"Masyarakat Indonesia dan Asia Pasifik jangan terpengaruh oleh propaganda penjahat ini. Kita harus memiliki literasi politik dan media yang kuat serta mampu membedakan antara kerja sama kemanusiaan yang genuine dengan aktivitas yang berpotensi menjadi instrumen normalisasi politik," kata Sudarnoto.

Di sisi lain, Sudarnoto menyerukan penguatan gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) secara damai, terukur dan berbasis informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. 

Ia menekankan bahwa boikot bukan sekadar pilihan konsumsi, melainkan bagian dari gerakan kesadaran publik untuk meningkatkan tekanan ekonomi dan politik terhadap pihak-pihak yang dinilai menopang ketidakadilan terhadap rakyat Palestina. 

"Boikot harus menjadi gerakan kesadaran publik, bukan sekadar pilihan konsumsi: memperkuat tekanan ekonomi, mendorong divestasi institusi dan meningkatkan tekanan politik terhadap pihak-pihak yang secara nyata menopang ketidakadilan terhadap rakyat Palestina. Karena itu, mari kita boikot Adidas, IIFP, dan semua langkah zionis," tegas Sudarnoto.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya