Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Bursa Asia Beragam, KOSPI Menguat

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 08:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah kembali membayangi pasar Asia.

Pergerakan bursa saham Asia-Pasifik pun beragam pada pembukaan perdagangan Rabu, 9 September 2026, setelah kenaikan harga minyak menekan sentimen investor.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,23 persen pada awal perdagangan, sedangkan indeks Topix melemah 0,35 persen.


Sebaliknya, bursa Korea Selatan bergerak positif. Indeks KOSPI naik 0,36 persen, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 0,47 persen.

Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 25.281. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di 25.317,18, mengindikasikan potensi tekanan saat pasar dibuka.

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak sedikit lebih tinggi pada awal perdagangan.

Sentimen investor kembali terganggu setelah konflik AS-Iran meningkat di kawasan Teluk. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukan Amerika menyerang lima kapal tanker minyak Iran setelah Garda Revolusi Iran menembakkan rudal balistik ke kapal perang AS dalam dua hari terakhir.

Empat kapal tanker, yakni M/T Kaviz, M/T Charminar, M/T Horizon 1, dan M/T Riesco, diserang di Teluk Oman. Sementara satu kapal lainnya, M/T Derya, menjadi sasaran di dekat Pulau Kharg. CENTCOM mengatakan awak kapal telah diperintahkan untuk meninggalkan kapal sebelum serangan dilakukan.

Eskalasi tersebut menjadi perhatian pasar karena konflik di kawasan Teluk dapat mengganggu pasokan energi dan mendorong harga minyak lebih tinggi. Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi dan membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil posisi di pasar saham.

Pergerakan bursa Asia juga mengikuti Wall Street yang sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak. Investor kini mencermati perkembangan konflik AS-Iran, terutama dampaknya terhadap jalur perdagangan energi dan stabilitas pasar global.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya