Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Bitcoin Gagal Bertahan, Investor Mulai Deg-degan

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 13:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bitcoin kembali kehilangan tenaga setelah gagal mempertahankan level psikologis 80.000 Dolar AS.

Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa 8 September 2026, harga Bitcoin turun 1,35 persen dalam 24 jam menjadi 78.682,61 Dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Penurunan Bitcoin bahkan sedikit lebih dalam dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang terkoreksi 1,09 persen.


Tekanan terhadap aset kripto tersebut menguat setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan ekonomi masih cukup solid. Laporan pekerjaan Agustus mencatat penambahan 162.000 tenaga kerja, jauh di atas ekspektasi pasar.

Data tersebut kembali memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Bahkan, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September. 

Bagi Bitcoin, meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi menjadi sentimen negatif. Imbal hasil aset berbasis Dolar AS yang lebih menarik dapat membuat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.

Tekanan jual juga diperbesar oleh aksi likuidasi posisi perdagangan menggunakan leverage. Dalam 24 jam, posisi kripto senilai lebih dari 208 juta Dolar AS disebut terpaksa dilikuidasi, dengan sekitar 119 juta Dolar AS di antaranya merupakan posisi long.

Khusus Bitcoin, posisi long senilai sekitar 35,21 juta Dolar AS terkena likuidasi. Kondisi ini dapat mempercepat tekanan jual karena investor yang menggunakan dana pinjaman harus menutup posisi ketika harga bergerak berlawanan dengan ekspektasi.

Secara teknikal, Bitcoin sebelumnya gagal bertahan di atas level 80.500 Dolar AS. Kini perhatian pasar tertuju pada area 78.000-78.800 Dolar AS sebagai zona penting.

Jika Bitcoin mampu bertahan di area tersebut, harga berpeluang bergerak sideways sambil menunggu katalis baru dari pasar. Namun, jika level 78.000 Dolar AS ditembus ke bawah, tekanan jual berpotensi semakin besar dengan target berikutnya di sekitar 77.200 Dolar AS.

Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada data inflasi AS atau Consumer Price Index (CPI) yang dijadwalkan rilis 11 September 2026. Data tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan penting menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed pada 16 September.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya