Berita

Operasi water mist atau penyemprotan air bertekanan tinggi di Jakarta. (Foto: PPID)

Nusantara

Water Mist hingga OMC Terus Digencarkan Tangani Abu Vulkanik

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 09:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemprov DKI Jakarta kembali akan melakukan upaya penanganan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, salah satunya melalui operasi water mist atau penyemprotan air bertekanan tinggi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, melalui kerja sama dengan Dinas Gulkarmat, BPBD, dan Satpol PP, operasi water mist akan terus dilakukan hingga Selasa, 8 September 2026.

Selain mengandalkan fasilitas yang dimiliki Pemprov DKI, Pramono juga mengimbau para pengelola gedung yang memiliki fasilitas serupa untuk bisa mengoperasikannya guna menekan dampak abu vulkanik.


"Water mist itu terus kita lakukan sampai dengan besok. Dan kami bahkan sudah meminta kepada gedung-gedung yang mempunyai fasilitas untuk water mist, kami minta untuk bisa dilakukan itu," ujar Pramono.

Erupsi Gunung Anak Krakatau ini juga berdampak terhadap pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Karena itu, pelaksanaan HBKB pada Minggu kemarin pun dipercepat agar tidak menganggu kesehatan masyarakat.

Pemprov DKI juga membagikan masker gratis kepada masyarakat yang melintas di beberapa ruas jalan dan fasilitas publik.

"Dan kemarin jam 09.00 (CFD) sudah ditutup dan langsung diadakan bagi-bagi fasilitas untuk masker, kita semprot di sepanjang jalan, dan sebagainya," katanya.

Untuk menangani dampak abu vulkanik ini, Pramono memastikan Pemprov DKI terus melakukan berbagai upaya guna menjaga kesehatan masyarakat, termasuk rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Diprediksi pada tanggal 7-8 ini ada kemungkinan awannya bagus. Nah, kalau bisa dilakukan, saya sudah minta kepada Badan Penanggulangan Bencana yang memang punya kewenangan itu untuk melakukan OMC. Jadi sekali lagi, segala cara kita lakukan," tandas Pramono.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya