Berita

Bea Cukai Jakarta gagalkan penyelundupan arak Bali ilegal. (Foto: Dok. Bea Cukai Jakarta)

Hukum

Bea Cukai Jakarta Gagalkan Penyelundupan Ribuan Liter Arak Bali Ilegal

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 20:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A (KPPBC TMP A) Jakarta menggagalkan pengiriman 4.827 liter arak Bali ilegal ke Ibu Kota. Ribuan liter minuman beralkohol tanpa pita cukai tersebut disita lewat tujuh kali operasi penindakan.

Kepala KPPBC TMP A Jakarta, Budi Santoso menegaskan, penindakan ini merupakan langkah konkret Bea Cukai menekan peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal. Selain mengamankan penerimaan negara, langkah ini penting untuk melindungi masyarakat dari bahaya miras ilegal.

“Penindakan yang kami lakukan sejalan arahan pimpinan untuk terus menekan peredaran barang kena cukai ilegal dalam rangka mengamankan penerimaan negara dari sektor cukai, serta melindungi masyarakat dari konsumsi minuman alkohol ilegal yang membahayakan kesehatan,” tegas Budi dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.


Pengungkapan kasus ini berawal dari pengawasan ketat petugas terhadap barang kiriman melalui perusahaan jasa titipan (PJT) pada pertengahan Agustus 2026. Dari pantauan tersebut, petugas mendeteksi adanya pengiriman arak Bali asal Denpasar menuju Jakarta tanpa dilekati pita cukai resmi.

Petugas kemudian bergerak melakukan serangkaian penindakan di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur. Dari tujuh kali penindakan, Bea Cukai menyita sedikitnya 177 koli arak Bali dengan total volume mencapai 4.827 liter.

Nilai barang haram yang disita tersebut diperkirakan mencapai Rp242,2 juta. Dari penindakan ini, Bea Cukai sukses menyelamatkan potensi kerugian negara dari sektor cukai senilai Rp487,527 juta.

Seluruh barang bukti kini telah diamankan di Kantor Bea Cukai Jakarta untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Pengiriman ini diduga kuat melanggar pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Keberhasilan penindakan arak Bali ini menambah panjang daftar pengungkapan KPPBC TMP A Jakarta sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, Bea Cukai Jakarta juga menggagalkan berbagai upaya penyelundupan komoditas ilegal lain seperti emas dan perhiasan ekspor, rokok ilegal, minuman keras, hingga narkotika.

Sepanjang tahun 2026, total nilai barang hasil penindakan Bea Cukai Jakarta diperkirakan mencapai Rp502 miliar, dengan potensi kerugian negara dari sektor cukai dan bea keluar yang berhasil diselamatkan mencapai Rp49,397 miliar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya