Berita

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. (Foto: Istimewa)

Politik

Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Perubahan Postur Sementara RAPBN 2027

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 19:51 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah merombak postur sementara Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Target pendapatan dan belanja negara disepakati naik masing-masing Rp9,1 triliun dibanding usulan awal.

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut disepakati dalam pembahasan Panitia Kerja (Panja) Postur Sementara bersama jajaran Kementerian Keuangan dan Bappenas.

"Bapak-Ibu sekalian, inilah postur sementara RAPBN Tahun Anggaran 2027 secara keseluruhan. Pendapatan negara dan hibah sebesar Rp3.435,1 triliun yang mengalami kenaikan Rp9,1 triliun dari usulan awal," ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7 September 2026.


Dengan perubahan postur ini, target pendapatan negara naik menjadi Rp3.435,1 triliun--ditopang penerimaan perpajakan Rp2.912,0 triliun, PNBP Rp522,5 triliun, serta hibah Rp0,7 triliun.

Seiring naiknya target penerimaan, alokasi belanja negara membengkak menjadi Rp4.106,3 triliun. Angka ini dialokasikan untuk Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp3.371,3 triliun (Belanja K/L Rp1.513,8 triliun dan Non-K/L Rp1.857,5 triliun) serta Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp735,0 triliun.

Menariknya, perubahan asumsi ICP menjadi 75 Dolar AS per barel dan kurs Rp17.500 per Dolar AS justru menekan alokasi subsidi energi. Total subsidi energi dipangkas dari Rp272,94 triliun menjadi Rp261,50 triliun.

"Subsidi jenis BBM tertentu dan LPG 3 kg mengalami efisiensi dari Rp142,83 triliun menjadi Rp131,39 triliun atau terdapat selisih penghematan anggaran sebesar Rp11,44 triliun," jelas Said.

Meski postur belanja dan pendapatan naik, Said memastikan defisit anggaran tidak membengkak dan tetap terkendali.

"Surplus atau defisit anggaran ditetapkan sebesar minus Rp671,16 triliun atau secara persentase defisit sebesar 2,4 persen terhadap PDB," pungkas politisi PDIP tersebut.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya