Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya. (Foto: Setneg)

Politik

Prabowo Disarankan Punya Lebih Banyak Menteri Seperti Teddy

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 15:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto disarankan memilih lebih banyak menteri yang memiliki pola kerja seperti Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Menurut pengamat politik Hendri Satrio, Teddy merupakan figur di lingkaran pemerintahan Prabowo yang dinilai bekerja tanpa terlalu banyak membangun pencitraan. Ia melihat Teddy justru lebih banyak tampil ketika pemerintah membutuhkan penyelesaian maupun penjelasan atas suatu persoalan.

“Kalau menurut saya, hari ini Prabowo perlu lebih banyak memilih menteri yang pola kerjanya seperti Teddy. Teddy itu pekerja. Dia benar-benar kerja, enggak banyak pencitraan kerjanya. Yang kelihatan justru dia sibuk bekerja, menyelesaikan persoalan, dan ketika pemerintah membutuhkan orang untuk maju memberikan penjelasan, dia ada di situ,” katanya, Senin, 7 September 2026. 


Founder Lembaga Survei KedaiKOPI yang akrab disapa Hensa itu mengatakan, kesan Teddy sebagai figur yang sibuk bekerja bahkan turut muncul dalam percakapan di kalangan generasi muda.

“Di kalangan Gen Z itu kan ada sebutan-sebutan. Ganjar misalnya identik dengan olahraga, sibuk lari-lari. Anies disebut pengangguran, Gibran disebut kosong. Nah, Teddy itu justru disebut sibuk kerja. Menurut saya ini menarik, karena bahkan anak-anak Gen Z mengakui bahwa simbol orang yang sibuk bekerja di pemerintahan hari ini adalah Teddy,” ujar Hensa.

Karena itu, ia menilai Prabowo membutuhkan lebih banyak pembantu yang memiliki karakter serupa, yakni lebih banyak bekerja ketimbang membangun citra pribadi.

“Intinya Prabowo butuh lebih banyak menteri seperti Teddy. Lebih banyak kerja, enggak banyak pencitraan, sibuk menyelesaikan pekerjaan. Kalau sampai anak-anak Gen Z saja melihat Teddy sebagai simbol orang yang sibuk kerja, berarti memang ada persepsi publik yang terbentuk dari apa yang mereka lihat selama ini,” katanya.

Hensa juga menilai Teddy menjadi salah satu figur di lingkaran pemerintahan Prabowo yang kerap tampil untuk memberikan penjelasan dan memasang badan ketika muncul persoalan yang seharusnya dapat dijelaskan oleh kementerian terkait.

“Kalau menurut saya, menteri-menterinya Prabowo dan Pak Prabowo itu harus berterima kasih dengan orang yang namanya Teddy. Walaupun orang banyak yang nyinyir, iri, cuma ini orang sering banget saya lihat pasang badan buat menteri-menterinya Prabowo,” kata Hensa.

Ia mencontohkan bagaimana Teddy beberapa kali harus memberikan penjelasan mengenai isu yang sebenarnya berada dalam ranah kementerian lain. Teddy kerap mengambil peran ketika masyarakat membutuhkan penjelasan terkait program-program pemerintah yang semestinya dapat dijawab langsung oleh pejabat terkait.

“Misalnya lagi MBG yang masuk ke dana pendidikan. Harusnya kan Menteri Pendidikan yang ngomong. Ini enggak, dia yang ngomong. Teddy ngomong, ‘Jadi begini, itu sudah disepakati oleh DPR bahwa anggaran pendidikan itu ada, anggaran MBG ada dalam anggaran pendidikan.’ Habis itu dia yang dibully, kan. Menteri-menterinya memang makasih? Enggak. Tapi dia ya sudah, dia tenang saja,” ujar Hensa.

Karena itu, ia berpandangan Prabowo membutuhkan lebih banyak pembantu yang berani mengambil tanggung jawab komunikasi dan bekerja untuk memastikan Presiden tidak terus-menerus menanggung sendiri beban politik dari berbagai persoalan pemerintah.

“Ya, mungkin buat dia yang penting Prabowo aman. Jadinya, ya mustinya Prabowo punya menteri yang lebih banyak lagi yang kayak Teddy. Orang yang ketika ada pekerjaan ya kerja, ketika ada masalah ya maju, bukan malah sibuk menjaga pencitraannya sendiri,” katanya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya