Berita

PT Samindo Resources Tbk. (Foto: Dok. Samindo Resources)

Bisnis

Lampaui Target, Produksi Batubara Samindo Resources Tembus 3,33 Juta Ton

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 19:04 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatatkan akselerasi kinerja operasional yang solid hingga memasuki paruh kedua 2026. Seluruh lini jasa pertambangan perseroan sukses melampaui target rencana kerja sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini.

Hingga Juli 2026, realisasi pemindahan batuan penutup (overburden removal) MYOH menembus 21,01 juta bank cubic meter (bcm). Angka ini tumbuh 18,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 17,70 juta bcm, sekaligus melampaui target 19,13 juta bcm.

Sejalan dengan pengupasan lahan, produksi batubara (coal getting) berhasil melampaui target 3,16 juta ton dengan capaian 3,33 juta ton. Hasil ini menguat dibanding periode sama tahun 2025 yang tercatat 2,90 juta ton.


Sementara itu, jasa pengangkutan batubara (coal hauling) mengantongi total volume 14,09 juta ton, melampaui target 13,99 juta ton dan tumbuh dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 13,58 juta ton.

Corporate Secretary PT Samindo Resources Tbk, Ahmad Zaki Natsir, menyampaikan bahwa torehan positif tersebut didorong oleh cuaca tambang yang kondusif, efisiensi jarak angkut, serta perolehan alokasi volume tambahan dari PT Kideco Jaya Agung sebagai mitra utama.

"Pencapaian solid hingga Juli 2026 membuktikan keandalan eksekusi kami di lapangan. Memasuki paruh kedua 2026, kami optimistis tren positif ini terus berlanjut seiring utilisasi armada alat berat yang prima dan disiplin efisiensi biaya," kata Zaki dalam keterangannya, Selasa, 1 September 2026.

Tangguhnya operasional turut mendongkrak pendapatan perseroan. Pada Semester I-2026, MYOH membukukan total pendapatan konsolidasi sebesar 83,99 juta Dolar AS, naik dari periode sama tahun lalu sebesar 79,57 juta Dolar AS.

Penyumbang pendapatan terbesar berasal dari jasa pemindahan tanah dan penambangan batubara sebesar 48,32 juta Dolar AS (melesat 15,2 persen secara tahunan), disusul segmen pengangkutan batubara senilai 21,76 juta Dolar AS.

Akselerasi produksi ini turut dipacu tren pemulihan harga batubara global yang membuat pemilik konsesi meningkatkan ritme penggalian dan pemuatan batubara.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya