Berita

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. (Foto: Istimewa)

Politik

Formappi: Presiden Prabowo Perlu Desak KPK Tuntaskan Kasus CSR BI-OJK

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 17:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden Prabowo Subianto perlu mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan kasus korupsi corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senilai Rp28,38 miliar.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, dalam kasus ini, KPK menetapkan dua anggota DPR, Satori dan Heri Gunawan sebagai tersangka CSR BI-OJK sejak 7 Agustus 2025. 

Namun,  hingga kini kasusnya berlarut-larut,  dan anggota DPR yang menjadi tersangka belum ditahan lebih dari satu tahun. Tidak hanya itu keduanya juga mangkir dari pemanggilan pemeriksaan oleh KPK.


Satori mangkir dari pemeriksaan KPK pada Senin 31 Agustus 2026, sementara Heri Gunawan mangkir pada pemeriksaan Kamis, 11 Juni 2026.

“Prabowo selalu berpidato garang mau memberantas korupsi. Ini kesempatan bagi Prabowo meminta KPK agar menuntaskan kasus CSR BI, apalagi kadernya di DPR terlibat korupsi,” kata Lucius Karus kepada wartawan, Rabu 2 September 2026.

Lucius menilai, apabila hal itu tidak dilakukan, maka perang terhadap korupsi nyaris sudah tidak punya makna, seperti jargon-jargon yang menghiasi penampilan panggung Presiden Prabowo saja.

Kasus korupsi CSR BI yang berlarut, menurut dia, berbanding terbalik dengan langkah nyata pemerintahan Prabowo dalam tata kelola pemerintahan yang bersih, sehat dan bebas korupsi.

“Masalahnya tak ada langkah nyata setelah pidato-pidato itu," pungkasnya.

KPK sebelumnya telah menetapkan Satori dan Heri Gunawan sebagai tersangka korupsi CSR BI sejak 7 Agustus 2025 karena diduga telah merugikan keuangan negara senilai Rp28,38 miliar. Satori disebut menerima pencairan dana CSR BI-OJK dalam tiga tahap.

Tahap pertama senilai Rp 6,30 miliar berasal dari BI melalui kegiatan Program Bantuan Sosial Bank Indonesia. 

Kemudian, Rp 5,14 miliar dari OJK melalui kegiatan penyuluhan keuangan serta Rp 1,04 miliar dari mitra kerja Komisi XI DPR lain. Total penerimaan Satori mencapai Rp 12,52 miliar.

Heri Gunawan mendapatkan penerimaan dengan total Rp 15,86 miliar. Penerimaan itu juga dilakukan dalam tiga tahap.

Rinciannya, senilai Rp 6,26 miliar dari BI melalui kegiatan program bantuan sosial Bank Indonesia, Rp 7,64 miliar dari OJK melalui kegiatan penyuluhan keuangan, serta Rp 1,94 miliar dari mitra kerja Komisi XI DPR.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan telah melanggar Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP serta TPPU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya