Berita

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Purbaya Optimistis Investasi Tembus 7 Persen

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 17:38 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi hingga tujuh persen pada 2027 untuk menopang pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen. Target tersebut akan didorong melalui kecukupan likuiditas serta perbaikan aturan yang dinilai menghambat investasi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, target tersebut realistis jika pertumbuhan ekonomi dapat mencapai enam persen. 

“Kalau pertumbuhan ekonomi 6 persen, ya investasi tumbuh 7 persen nggak sulit-sulit amat,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 2 September 2026. 


Target tersebut sebelumnya disampaikan Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta. Ia mengatakan akselerasi investasi hingga tujuh persen diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai enam persen pada 2027.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi mencapai 6 persen di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen,” kata Purbaya, Selasa 1 September 2026. 

Untuk mencapainya, pemerintah akan berkolaborasi dengan sektor swasta dan Danantara. 

Pemerintah berperan sebagai katalisator, sektor swasta menjadi motor utama investasi, sedangkan Danantara diarahkan mempercepat investasi produktif di sektor strategis dan hilirisasi bernilai tambah tinggi.

Purbaya juga menekankan pentingnya sinergi kebijakan untuk menciptakan kondisi yang mendukung investasi. Menurutnya, pemerintah akan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara.

“Agar setiap instrumen dapat bekerja secara optimal dan saling menguatkan, pemerintah akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara,” kata Purbaya.

Dalam penjelasan terbarunya, Purbaya menyebut kecukupan likuiditas akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan kredit dan aktivitas sektor swasta. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka ruang lebih besar bagi investasi.

Selain likuiditas, pemerintah juga akan mengevaluasi berbagai aturan yang dinilai mengganggu investasi. Evaluasi itu akan dilakukan melalui pembahasan rutin yang disebut Purbaya sebagai bagian dari upaya memperbaiki iklim investasi.

“Terus nanti dari situ akan kita perbaiki aturan-aturan yang mengganggu investasi. Jadi kita akan lebih aktif lagi memanage tadi proses-proses di tim ini,” kata Purbaya.

Target investasi tersebut juga didukung kondisi fundamental ekonomi nasional. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen secara kumulatif, sementara inflasi tetap terkendali dan likuiditas perbankan dinilai memadai untuk menopang penyaluran kredit.

Hingga Juli 2026, cadangan devisa mencapai 145,3 miliar dolar AS. Sementara aliran modal masuk hingga 28 Agustus 2026 tercatat Rp140,6 triliun.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya