Berita

Peta Ceuta (Foto: X)

Dunia

Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 16:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Spanyol membantah laporan yang menyebut negaranya tengah menyiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi Maroko, menyusul eksodus migran secara massal menuju Ceuta.

Sebelumnya Media Spanyol Electomania mengutip laporan RTVE menyebut Spanyol sedang menyiapkan rencana darurat terhadap Maroko. 

Namun, pemerintah kemudian membantah laporan tersebut dan menegaskan tidak sedang mengembangkan rencana semacam itu.


Spanyol juga menegaskan hubungan bilateral yang kuat di berbagai sektor dengan Maroko.

"Spanyol dan Maroko memiliki kerja sama yang kuat di berbagai sektor, termasuk perdagangan," tegas laporan tersebut. 

Maroko merupakan mitra dagang utama Spanyol di Afrika. Sejumlah komoditas dikirim Spanyol ke Maroko, termasuk produk minyak bumi olahan. 

Hubungan perdagangan kedua negara terus menunjukkan tren peningkatan dan pada 2024 untuk pertama kalinya melampaui 22 miliar dolar AS, sekaligus mencatat rekor tertinggi.

Pada Maret, media Spanyol La Razon melaporkan Maroko termasuk salah satu tujuan utama ekspor gas alam Spanyol pada awal tahun. 

Pada Januari, Maroko menempati posisi ketiga dengan impor lebih dari 822 gigawatt-jam gas dari Spanyol.

Peningkatan hubungan ekonomi tersebut berlangsung setelah Madrid menyatakan tekad memperkuat kerja sama dengan Rabat menyusul salah satu krisis diplomatik terburuk yang dialami kedua negara pada 2021. 

Di tengah hubungan yang semakin erat itu, isu migrasi kembali memicu sorotan terhadap hubungan Spanyol-Maroko.

Sejumlah partai Spanyol, termasuk PP dan kelompok sayap kanan Vox, melancarkan kampanye keras terhadap Maroko dan mendesak pemerintah mengambil sikap tegas atas apa yang mereka tuduhkan sebagai langkah yang disengaja terhadap pemerintah Spanyol. 

Namun, sumber pemerintah dan para menteri membantah tudingan tersebut serta tetap mendukung kerja sama dengan Rabat, seraya menegaskan bahwa peran Maroko membantu Madrid meredam krisis migrasi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya