Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Istimewa)

Politik

Narasi Prabowo Berkuasa dalam Waktu Singkat Ada sejak 20 Oktober 2024

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 16:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Narasi politik mengenai potensi Presiden Prabowo Subianto hanya memimpin Indonesia dalam waktu singkat telah berkembang sejak awal masa pemerintahannya pada 20 Oktober 2024.

Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah menilai, dinamika tersebut tidak bisa dilepaskan dari apa yang disebutnya sebagai seni mengelola kekuasaan di tengah berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Amir mengatakan, sejak dilantik sebagai Presiden ke-8 RI, Prabowo telah menghadapi persoalan kompleks, mulai dari pertarungan kepentingan politik domestik hingga pengaruh kekuatan ekonomi global. 


“Sejak dilantik, Prabowo tentu mengetahui bahwa tantangan yang dihadapinya bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar,” kata Amir kepada wartawan, Rabu 2 September 2026.

Dalam pandangannya, terdapat berbagai kepentingan besar yang memengaruhi perjalanan politik dan ekonomi Indonesia. 

Ia juga menyinggung keberadaan oligarki domestik serta kekuatan ekonomi internasional yang, menurut dia, memiliki jaringan dan pengaruh dalam sistem ekonomi global.

Amir kemudian membandingkan tantangan pemerintahan Prabowo dengan masa awal pemerintahan Presiden ke-2 RI Soeharto. 

Namun, Amir menilai kondisi politik, ekonomi dan sosial yang dihadapi kedua pemimpin tersebut memiliki perbedaan mendasar.

Menurutnya, Prabowo perlu mempelajari sejarah bagaimana Soeharto membangun dan mengonsolidasikan kekuasaan di tengah situasi nasional yang saat itu juga penuh gejolak. 

“Situasi ketika Soeharto naik berbeda dengan kondisi Prabowo sekarang. Tetapi tentu ada pelajaran sejarah yang bisa dipelajari, terutama bagaimana menghadapi ancaman terhadap pemerintahan,” kata Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya