Berita

PM Spanyol Pedro Sanchez (Foto: X)

Dunia

PM Spanyol Tuding Israel-Rusia Dalang Disinformasi Eksodus Migran ke Ceuta

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 15:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyebut terdapat indikasi Israel dan Rusia menyebarkan disinformasi terkait kebijakan migrasi Spanyol yang memicu gelombang migran ke Ceuta pada akhir Juli lalu. 

Lebih dari 72.000 migran menyeberang secara ilegal ke wilayah Spanyol tersebut pada 30-31 Juli 2026. Gelombang migrasi itu menjadi yang terbesar yang pernah terjadi di salah satu dari dua perbatasan darat Uni Eropa dengan Afrika. 

Menurut otoritas setempat, sedikitnya 100 orang tewas dalam upaya menembus perbatasan tersebut.


Dalam sebuah pernyataan di stasiun radio SER, Sanchez menegaskan tidak ada bukti keterlibatan Maroko dalam eksodus tersebut.

“Ketika orang-orang berbicara dan berspekulasi tentang keterlibatan otoritas Maroko, saya membantah hal itu secara tegas,” kata Sanchez, dikutip Rabu, 2 September 2026.

Otoritas Spanyol sebelumnya menyebut video yang beredar di Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya menyebarkan klaim menyesatkan bahwa migran yang mencapai Ceuta melalui laut dapat tetap tinggal di Spanyol. 


Informasi tersebut kemudian mendorong ribuan orang mencoba menyeberang.

Sanchez mengatakan penelitian yang dilakukan European External Action Service (EEAS) menunjukkan jaringan Rusia dan Israel berada di balik penyebaran disinformasi tersebut, bersama dengan jaringan sayap kanan. 

Dia menyebut kedua negara memanfaatkan krisis itu untuk mengkritik Madrid karena ketidakpuasan terhadap sikap Spanyol terkait perang di Ukraina dan Gaza.

Sekitar 5.000 migran, sebagian di antaranya pencari suaka, masih berada di Ceuta sejak gelombang migrasi tersebut.

Kondisi itu memicu demonstrasi hampir setiap hari dari warga setempat terhadap penanganan pemerintah Spanyol, serta sejumlah serangan terhadap kamp migran sementara di Pantai El Trampolin.

Di tengah krisis tersebut, Sanchez mengumumkan kabinet akan menggelontorkan tambahan dana darurat sebesar 168 juta euro atau sekitar 195 juta dolar AS untuk mengaktifkan kembali perekonomian Ceuta. 

Dana tersebut setara 8 persen dari PDB wilayah itu, di luar 180 juta euro yang telah dijanjikan untuk pemulihan jangka menengah. 

Sementara itu, Italia memperpanjang pemeriksaan perbatasan terhadap penumpang dari Spanyol selama 15 hari karena situasi di Ceuta dinilai masih relevan dengan alasan penerapan pemeriksaan sejak 1 Agustus.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya