Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kader Demokrat, juga para tokoh dan tamu undangan Sarasehan 26 Tahun Partai Demokrat (Foto: Dokumen Istimewa)

Politik

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 10:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Posisi Partai Demokrat dalam pemerintahan dapat berubah mengikuti dinamika politik, tetapi komitmen terhadap demokrasi harus tetap terjaga.

Memasuki usia ke-25 tahun, Demokrat ingin terus berperan dalam memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat membuka Sarasehan HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat di Auditorium Yudhoyono, Jakarta.


AHY mengatakan Demokrat telah melalui berbagai fase politik nasional, mulai dari menjadi bagian pemerintahan selama 10 tahun, berada di luar pemerintahan, hingga kembali menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendewasaan partai.

Perjalanan itu, lanjut AHY, tidak mengubah komitmen Demokrat terhadap demokrasi. Ia menempatkan demokrasi sebagai salah satu dari tiga agenda utama perjuangan partai, bersama dengan memajukan ekonomi dan menegakkan keadilan.

“Yang jelas, di tengah-tengah perubahan dunia, perubahan politik Indonesia, ada satu hal yang tidak usaha, yaitu demokrat harus selalu dekat dan bersama dengan rakyat. Ini yang menjadi kekuatan perjuangan kita. Ketika kita meninggalkan rakyat, saat itu pula, kita tidak lagi punya relevansi, kita tidak lagi punya kekuatan secara moral untuk bisa berbicara dan memperjuangkan isu apapun,” ujarnya, dikutip Rabu 2 September 2026.

AHY menegaskan Demokrat harus terus menjaga relevansi dengan mendengarkan aspirasi masyarakat. Karena itu, sarasehan menjadi ruang untuk memperoleh pandangan dan masukan konstruktif dari para tokoh serta akademisi.

Ia mengatakan Demokrat tidak ingin sekadar mendapatkan pujian atau validasi. Kritik dan masukan diperlukan sebagai bahan evaluasi agar partai tetap memahami kebutuhan masyarakat.

Dalam bidang ekonomi, AHY menekankan pentingnya pertumbuhan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kemajuan ekonomi, menurutnya, tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari terbukanya lapangan kerja, menguatnya daya beli, berkembangnya UMKM, dan meningkatnya taraf hidup masyarakat.

Sementara dalam penegakan keadilan, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama kepastian hukum serta kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Dalam agenda demokrasi, AHY menilai demokrasi bukan sekadar tujuan akhir, melainkan jalan menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama. Karena itu, kebebasan yang bertanggung jawab dan sesuai konstitusi perlu dijaga, termasuk dengan memberi ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi.

Memasuki 25 tahun berikutnya, AHY mengajak kader Demokrat tidak hanya menjadi pewaris sejarah, tetapi turut menulis sejarah baru. Demokrat diharapkan semakin dekat dengan rakyat, relevan dengan perkembangan zaman, dan semakin nyata berkontribusi bagi Indonesia.

“Jadi, posisi boleh berubah. Tetapi komitmen terhadap demokrasi tidak boleh berubah,” tegas Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini.

AHY menilai perubahan zaman menuntut Demokrat terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Perubahan generasi dan posisi politik juga tidak boleh mengubah orientasi partai untuk selalu bersama rakyat.

“Gedung boleh berganti, generasi boleh berganti, zaman pasti berubah. Tetapi satu hal tidak boleh berubah, Demokrat harus selalu bersama rakyat,” pungkas AHY.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya