Berita

Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat tata kelola komunikasi dengan membuat Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif (LENSA SR). (Foto: Dok. Humas Kemensos)

Politik

Kemensos Bentuk LENSA SR Perkuat Keterbukaan Informasi

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 21:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Maraknya pertanyaan hingga aduan masyarakat terkait program Sekolah Rakyat mendorong Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat tata kelola komunikasi publik. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menghadirkan Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif (LENSA SR).

Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman Taufik mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 saja, pihaknya mencatat ada 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui kanal media sosial Kemensos.

"Dengan adanya LENSA SR, segala informasi yang berkaitan dengan Sekolah Rakyat dapat terintegrasi dengan baik dari pusat hingga daerah. Masyarakat jadi mudah mendapatkan informasi valid, cepat, dan terhindar dari narasi hoaks," ujar Taufik dalam keterangannya, Senin, 31 Agustus 2026.


Ia membeberkan, sebelum adanya LENSA SR, alur komunikasi publik masih dilakukan secara parsial dan bergantung pada koordinasi informal. Hal itu memicu respons lambat, ketidakseragaman narasi antarkanal, hingga risiko salah tafsir.

Melalui LENSA SR, setiap isu atau aduan yang ditangkap dari media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, hingga balai daerah akan diverifikasi terlebih dahulu kepada unit pemilik substansi sebelum disebarluaskan ke publik.

"Mekanisme ini terdiri atas enam tahapan, mulai dari tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan narasi, rekomendasi respons, diseminasi, hingga monitoring," urainya.

Penguatan tata kelola ini resmi diimplementasikan melalui Nota Dinas Sekretaris Jenderal Nomor 3240/1/HM.01.03/8/2026 tertanggal 27 Agustus 2026 tentang Rekomendasi Isu dan Respons Komunikasi Sekolah Rakyat.

Taufik menekankan, penanganan isu di lapangan tidak disamaratakan. Isu ringan akan ditangani via FAQ atau koreksi informasi, isu sedang direspons melalui klarifikasi resmi Biro Humas, sedangkan isu berat yang mengancam keselamatan anak atau kebocoran data akan langsung dieskalasikan ke pimpinan tertinggi.

Tak kalah penting, LENSA SR juga dibekali instrumen Living FAQ, bank narasi, hingga checklist data-safe dan child-safe.

"Aspek perlindungan anak menjadi perhatian utama. Materi publikasi diarahkan memenuhi prinsip child-safe, termasuk tidak mengekspos kerentanan maupun membuka identitas sensitif anak dan keluarga rentan," tegas Taufik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengapresiasi hadirnya inovasi ini. Ke depan, LENSA SR diproyeksikan tidak hanya terbatas pada program Sekolah Rakyat, tetapi juga akan direplikasi ke berbagai program prioritas Kemensos lainnya.

"Ke depan LENSA SR menjadi rujukan program layanan informasi terintegrasi, tidak hanya dalam lingkup Sekolah Rakyat tapi juga program lain seperti PKH, Sembako, atau layanan lain di Kemensos. Sehingga masyarakat makin mudah mengakses informasi dan terhindar dari hoaks,” pungkas Robben.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya