Berita

Peneliti Senior Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi. (Foto: Istimewa)

Politik

Survei Poltracking: 63,2 Persen Masyarakat Percaya Pemerintahan Membaik

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 21:38 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ada angin segar bagi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di tengah tren penurunan kepuasan publik.

Peneliti Senior Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi mengatakan, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan saat ini masih berada di angka 63,2 persen.

"Ini menjadi modal sosial yang sangat berharga," ujar Masduri dalam rilis survei nasional Poltracking Indonesia, Senin 31 Agustus 2026.


Survei yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan 1.220 responden mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 55,1 persen.

Masduri mengatakan tren, kepuasan publik Agustus 2026 cenderung menurun dibandingkan bulan Maret, Mei, dan Juli 2026.

Meski kepuasan publik menurun, Masduri menilai kepercayaan publik yang masih tinggi menjadi peluang bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan kinerja.

Ia menekankan berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan agenda perbaikan yang akan diambil pemerintah.

"Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan agenda perbaikan yang akan diambil oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kembali kepuasan publik," kata Masduri.

Masduri memaparkan lima formula agenda perbaikan kinerja pemerintah yang perlu segera direspons.

Formula pertama adalah menjaga daya beli dan memperluas lapangan kerja, mengingat 44,3 persen publik mengaku harga kebutuhan pokok mahal menjadi persoalan tertinggi dan 62,5 persen mengatakan pengeluaran rumah tangga meningkat.

Formula kedua adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menuai polemik dari kasus keracunan massal hingga skandal korupsi. Masduri menyarankan MBG diaudit dari hulu ke hilir serta diarahkan ke wilayah 3T.

Formula ketiga adalah melakukan perombakan kabinet dan memperkuat komunikasi pemerintah mengingat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja menteri hanya 47,0 persen. Sebanyak 51,9 persen publik mendesak Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet, terutama untuk bidang ekonomi dan hukum.

Formula keempat adalah memperkuat penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang mendapat penilaian tidak baik dari publik masing-masing 46,5 persen dan 45,5 persen.

Formula kelima adalah memperkuat checks and balances dan persepsi harmonisasi presiden-wapres dengan mempertimbangkan keberadaan oposisi parlemen.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Masduri optimistis pemerintah masih memiliki ruang untuk memperbaiki kinerja.

Menurutnya, kepercayaan publik yang masih di angka 63,2 persen menunjukkan masyarakat masih memberi kesempatan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuktikan komitmen perbaikannya.

"Tren penurunan atau kepuasan terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran yang terjadi saat ini, merupakan bagian dari dinamika politik pemerintahan yang perlu secara serius ditindaklanjuti dengan agenda perbaikan kinerja pemerintah," pungkas Masduri.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya