Berita

Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun dalam jumpa pers rilis survei "Evaluasi Kerja, Program Prioritas, Isu Terkini, dan Elektabilitas, di Bakoel Koffie Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 31 Agustus 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Survei Median:

Kepuasan Responden terhadap Prabowo-Gibran 56,2 Persen

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 13:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sentimen positif publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terekam dalam hasil survei Median (Media Survei Nasional).

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun merilis hasil surveinya tersebut yang bertajuk "Evaluasi Kerja, Program Prioritas, Isu Terkini, dan Elektabilitas, di Bakoel Koffie Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 31 Agustus 2026.

"Ada 56,2 persen publik puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara, yang tidak puas hanya 36 persen," kata Rico.


Rico menyebutkan, jika dirinci maka terlihat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo-Gibran terbagi ke dalam dua kategori yakni cukup puas 41,2 persen dan sangat puas 15 persen.

"Untuk yang tidak puas sebesar 36 persen terdiri dari yang kurang puas 24 persen dan tidak puas 12 persen. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak jawab 7,8 persen," kata Rico.

Adapun alasan publik yang merasa puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, paling tinggi disebabkan karena program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"MBG dinyatakan bermanfaat oleh 11,1 persen. Alasan kedua (publik puas) karena program mulai berjalan dan dirasakan manfaatnya 9,2 persen, memberantas korupsi 4 persen, banyak program dukung petani yakni pupuk mudah, hasil dibeli Bulog dengan harga bagus 3,1 persen, dan membantu masyarakat miskin 3 persen," kata Rico.

Untuk alasan tertinggi dari publik yang menyatakan tidak puas, Rico memaparkan, karena dinilai kasus-kasus korupsi yang dilakukan pemerintah ternyata turut mencokok orang di lingkaran Prabowo-Gibran.

"Ada kasus korupsi melibatkan orang pemerintahan itu dinyatakan 8,3 persen publik. Kemudian program dirasakan kurang berdampak pada ekonomi sebanyak 8,2 persen responden menyatakan," kata Rico.

"Adapula alasan harga naik sebanyak 4,3 persen responden, yang merasa ekonomi menurun 3,6 persen, dan yang menyatakan tidak puas karena BBM naik dan sulit didapatkan sebanyak 3 persen," sambungnya.

Dalam surveinya kali ini, Median melakukannya secara tatap muka dalam medio 21 Juli hingga 2 Agustus, dengan melibatkan warga yang memiliki hak pilih sebanyak 1.212 orang yang dipilih secara random.

Margin of error dari survei Media ini sebesar 2,76 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen, dan quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya