Berita

Warga Desa Lermatang, Tanimbar Selatan. (Foto: Dokumentasi DFW Indonesia)

Nusantara

Warga Desa Lermatang, Tanimbar Selatan Kini Mudah Peroleh Air Bersih

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 03:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Desa Lermatang merupakan salah satu desa di Kecamatan Tanimbar Selatan yang terus mengembangkan pembangunan berbasis potensi desa. Desa ini memiliki 1.632 jiwa yang tersebar di delapan RT, terdiri atas 693 laki-laki dan 939 perempuan, dengan jumlah 460 kepala keluarga. 

Secara administratif, Desa Lermatang memiliki luas wilayah sekitar 80 km persegi. Desa ini berbatasan dengan Desa Bomaki di sebelah utara, laut di sebelah timur dan selatan, serta Desa Latdalam di sebelah barat. 

Desa Lermatang memiliki dua musim, yaitu musim hujan yang berlangsung dari Desember hingga Mei dan musim kemarau dari Juni hingga November. Suhu udara berkisar antara 23-33°C dengan kelembaban relatif 75-88 persen. Curah hujan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar berkisar antara 1.500-2.000 milimeter per tahun.


Bagi masyarakat Desa Lermatang, air bersih merupakan kebutuhan dasar sehari-hari. Sebelum adanya sarana sumur bor, sebagian warga masih mengambil air dari Wetutune atau sumber air lainnya yang berada cukup jauh dari permukiman. Warga harus berjalan dan meluangkan waktu untuk mendapatkan air, terutama keluarga yang tinggal jauh dari sumber tersebut. Kegiatan mengambil air telah menjadi bagian dari keseharian warga. 

Air dari Wetutune digunakan untuk mandi, mencuci, membersihkan rumah, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya, termasuk untuk kebutuhan minum setelah terlebih dahulu dimasak. Setiap kali membutuhkan air, warga harus kembali menuju sumber tersebut. Kondisi ini membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Melihat kondisi tersebut, Program Investasi Sosial INPEX Masela, Ltd. bersama DFW Indonesia sebagai mitra pelaksana program memfasilitasi penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat Desa Lermatang. 

Pembangunan sumur bor dilakukan untuk menyediakan akses air bersih kepada warga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber air yang jauh dari permukiman.

Salah satu sarana air bersih yang telah terbangun terletak di RT 007/RW 004 dan RT 008/RW 004. Fasilitas tersebut terdiri atas sumur bor dengan kedalaman 20 meter, mesin pompa, meteran listrik, dudukan tangki, tangki penampung berkapasitas 2.300 liter, serta jaringan selang sepanjang 200 meter untuk masing-masing RT. 

Saat ini sebanyak 51 kepala keluarga telah merasakan dan menjadi  penerima manfaat sarana air bersih tersebut. Kehidupan mereka telah berubah.

Perubahan yang paling dirasakan warga adalah akses air yang menjadi lebih dekat. Jika sebelumnya warga harus menuju Wetutune atau sumber air lainnya, kini mereka dapat memperoleh air dari fasilitas yang lebih dekat dengan rumah. 

Perubahan ini membantu warga menghemat waktu dan tenaga. Waktu yang sebelumnya digunakan untuk mengambil air dapat dialihkan untuk kegiatan rumah tangga dan aktivitas sehari-hari lainnya. Warga juga tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh setiap kali membutuhkan air.

Seorang warga RT 008, Lusia Kerbulan mengatakan sebelum adanya sarana air bersih, dia dan warga lainnya masih mengandalkan sumur tua atau Sumur Wetutune. Jarak menuju sumber air tersebut dapat mencapai sekitar 30 menit. 

"Kini air tersedia lebih dekat dengan rumah sehingga kebutuhan sehari-hari lebih mudah dipenuhi," kata Lusia dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 30 Agustus 2026.
 
Bagi warga lainnya, perubahan jarak tersebut memberikan manfaat yang nyata. Mereka dapat air dari sarana sumur bor dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, MCK, dan aktivitas sehari-hari. 

Ketersediaan air yang lebih dekat membantu warga memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, membersihkan rumah, dan menjaga kebersihan lingkungan. 

Ketersediaan air juga membantu keluarga memenuhi kebutuhan kebersihan anak-anak seperti mandi dan menjaga kebersihan diri menjadi lebih mudah karena air tersedia di sekitar permukiman. 

Dengan demikian, manfaat sumur bor bukan hanya terletak pada tersedianya air. Akses yang lebih dekat membantu aktivitas keluarga berjalan lebih mudah. Warga dapat memenuhi kebutuhan dasar tanpa harus selalu bergantung pada sumber air yang jauh.

Koordinator Program DFW Indonesia, Waode Husmayani mengatakan bahwa selain penyediaan air bersih program ini juga mendorong keterlibatan warga dalam menjaga dan mengelola fasilitas. 

"Masyarakat dilibatkan dalam pembentukan kelompok pengelola air bersih yang membantu memastikan sarana dapat digunakan dan dirawat dengan baik," kata Waode.
 
Kelompok pengelola memiliki peran dalam memantau kondisi fasilitas dan menyampaikan apabila terdapat kerusakan atau kendala. Dengan adanya kelompok tersebut, masyarakat memiliki wadah untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang berkaitan dengan sarana air bersih. 

Keterlibatan masyarakat juga dimaksudkan untuk membangun rasa memiliki. 

"Kami ingin merubah cara pandang warga terhadap bantuan sumur bor, pompa, tangki, dan jaringan air tidak hanya sebagai bantuan, tetapi sebagai fasilitas bersama yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," jelas Waode. 

Warga kemudian didorong untuk menggunakan air secara bijak dan menjaga kebersihan di sekitar fasilitas. Kebiasaan tersebut penting agar sarana yang telah dibangun dapat terus digunakan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Pengelolaan dilakukan melalui kerja sama antara masyarakat, kelompok pengelola, dan pemerintah desa. Kelompok pengelola menjadi penghubung ketika terdapat kebutuhan atau kendala di lapangan, sementara masyarakat ikut menjaga dan menggunakan fasilitas secara bertanggung jawab. 

Pembangunan sumur bor merupakan bagian penting dari kegiatan, tetapi manfaat program tidak berhenti setelah pembangunan selesai. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas tetap digunakan, dirawat, dan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, masyarakat tidak hanya menerima manfaat dari fasilitas yang dibangun. 

Warga juga mulai mengambil bagian dalam menjaga keberadaannya. Jika terjadi masalah pada sarana, warga dapat menyampaikannya kepada kelompok pengelola untuk ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Cara pengelolaan tersebut membantu membangun rasa tanggung jawab bersama. Masyarakat memahami bahwa fasilitas tersebut digunakan untuk kepentingan bersama sehingga perlu dijaga bersama. Perubahan ini menjadi bagian penting dari keberlanjutan program. 

Fasilitas yang tersedia akan memberikan manfaat lebih lama apabila masyarakat memiliki kepedulian untuk menjaga, menggunakan, dan mengelolanya dengan baik. Air bersih akan terus dibutuhkan masyarakat setiap hari. 

Karena itu, keberadaan sarana air bersih perlu dijaga agar tetap dapat digunakan. Warga perlu menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan fasilitas, dan segera menyampaikan apabila terjadi kerusakan. 

Kelompok pengelola memiliki peran untuk memantau kondisi sarana dan melakukan koordinasi jika terdapat kendala.  Pemerintah desa dan pihak terkait juga diharapkan terus mendukung pengelolaan agar fasilitas dapat bertahan dalam jangka panjang.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya