Berita

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Anggaran MBG 2026 Dipangkas Lagi Jadi Rp229 Triliun

SABTU, 29 AGUSTUS 2026 | 12:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 kembali mengalami penyesuaian setelah dilakukan penyisiran dan efisiensi.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, dari pagu yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp268 triliun, anggaran MBG kini disisir menjadi Rp229 triliun.

Dari pagu tersebut, realisasi anggaran per Kamis 27 Agustus 2026 tercatat telah mencapai Rp117 triliun atau lebih dari separuh total anggaran yang tersedia.


"Jadi dari Rp268 triliun itu kemudian kami sisir, kami efisiensi menjadi Rp229 triliun. Dari Rp229 triliun itu, terpakailah Rp117 triliun," kata Sudaryono di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.

Sebagai informasi, pagu awal MBG dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp335 triliun. Anggaran tersebut kemudian dipangkas menjadi Rp268 triliun melalui efisiensi, salah satunya dengan pengurangan operasional hari penyaluran MBG.

Dengan penyesuaian terbaru, pagu MBG 2026 telah berkurang sekitar 31,6 persen dibandingkan pagu awal.

Sementara untuk tahun anggaran 2027, pemerintah menyiapkan pagu MBG sebesar Rp240 triliun. Sudaryono mengatakan hampir seluruh anggaran tersebut, yakni 97 persen akan digunakan untuk pelaksanaan program MBG.

Adapun 3 persen sisanya dialokasikan untuk kebutuhan operasional BGN, termasuk pengawasan serta pembayaran gaji pegawai dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Jadi untuk operasional BGN sendiri sebetulnya hanya sekitar 3 persen dari anggaran itu, sekitar Rp6 triliun lah. Kan SPPG itu kan statusnya PPPK digaji di tempat kami, jumlah totalnya 30.000 lebih," tandasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya